MEDAN — Kabar baik bagi pekebun sawit plasma di Sumatera Utara. Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kembali mencatat tren positif pada pekan pertama Juli 2026. Berdasarkan rapat Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Produksi Mitra Plasma yang digelar Rabu (1/7/2026), seluruh kelompok umur tanaman mengalami kenaikan harga.
Kenaikan harga minggu ini didorong oleh harga rata-rata Crude Palm Oil (CPO) lokal dan ekspor yang mencapai Rp15.427,33 per kg (tidak termasuk PPN). Rata-rata harga kernel lokal tercatat Rp13.334,13 per kg dengan Faktor “K” yang ditetapkan sebesar 93,76 persen.
Harga tertinggi periode ini tercatat pada tanaman berusia 21 tahun, yakni Rp3.885,73 per kg. Angka ini naik Rp101,54 dari pekan sebelumnya. Sementara itu, tanaman pada usia produktif 10-20 tahun dibanderol Rp3.881,83 per kg, naik Rp100,75.
Berikut rincian lengkap harga TBS berdasarkan umur tanaman untuk periode 1-7 Juli 2026:
Penetapan harga tersebut berlaku khusus bagi pekebun yang telah bermitra atau menjadi mitra plasma dengan perusahaan kelapa sawit di Sumatera Utara. Harga ini menjadi pedoman resmi transaksi sejak 1 Juli hingga 7 Juli 2026.
Berita acara penetapan harga ditandatangani oleh Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut, Muhammad Yusuf Lubis, SP, SE, selaku Ketua Tim Penetapan Harga TBS. Rapat sendiri digelar di Aula Padi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara.
Kenaikan harga TBS pekan ini tidak lepas dari tren harga CPO global yang masih berada di level tinggi. Rata-rata harga CPO lokal dan ekspor yang dijadikan acuan mencapai Rp15.427,33 per kg. Angka ini menjadi salah satu komponen utama dalam perhitungan harga TBS bersama dengan harga kernel dan faktor K.
Bagi petani sawit plasma di Sumut, kenaikan ini menjadi angin segar di tengah fluktuasi harga komoditas perkebunan yang kerap terjadi. Dengan harga jual yang lebih tinggi, pendapatan pekebun diharapkan ikut meningkat sepanjang pekan pertama Juli ini.