SUMATERA UTARA — Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga tiga produk BBM nonsubsidi per 2 Juli 2026. Penyesuaian ini berlaku untuk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite di seluruh SPBU Pertamina di Indonesia. Sementara itu, harga Pertamax Green dan Pertamax reguler belum berubah sejak 10 Juni lalu.
Penurunan paling tajam terjadi pada Pertamina Dex. Di DKI Jakarta, Banten, dan seluruh Jawa, harga solar premium ini turun dari Rp 24.800 per liter menjadi Rp 21.150 per liter. Pengguna Pertamina Dex kini bisa menghemat Rp 3.650 per liter.
Dexlite juga mengalami koreksi serupa. Di zona yang sama, harganya turun dari Rp 23.000 per liter menjadi Rp 19.700 per liter, atau berkurang Rp 3.300 per liter. Adapun Pertamax Turbo di Jakarta dan sekitarnya kini dibanderol Rp 19.300 per liter, turun Rp 1.450 dari sebelumnya Rp 20.750.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan langkah ini merupakan hasil evaluasi berkala. "Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Langkah ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," jelas Kitty dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (2/7).
Pertamina memastikan kualitas produk tetap sesuai spesifikasi meskipun harga turun. "Kami terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar," tambahnya.
Berikut rincian harga BBM nonsubsidi di sejumlah daerah. Harga BBM subsidi seperti Pertalite (Rp 10.000) dan Biosolar (Rp 6.800) tidak mengalami perubahan.
Harga di luar Pulau Jawa umumnya lebih mahal beberapa ratus hingga ribuan rupiah karena faktor distribusi dan logistik. Pengguna bisa mengecek harga spesifik di SPBU wilayah masing-masing melalui aplikasi MyPertamina.
Pertamina memastikan harga Pertalite dan Biosolar tetap di angka Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter. Produk nonsubsidi lain seperti Pertamax (RON 92) juga belum mengalami perubahan harga sejak 10 Juni 2026. Penurunan kali ini hanya menyasar produk dengan oktan tinggi dan nilai cetane tinggi yang biasanya digunakan untuk kendaraan performa tinggi dan mesin diesel modern.