MEDAN — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat dominasi sektor industri dalam kinerja ekspor daerah tersebut. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, kontribusinya mencapai 93,54 persen dari total nilai ekspor.
Nilai ekspor sektor industri pada periode itu tercatat sebesar 4.945,27 juta dolar AS. Angka ini naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 4.424,47 juta dolar AS.
Sektor pertanian hanya menyumbang 6,45 persen atau setara 341,20 juta dolar AS terhadap total ekspor Sumut. Sisanya merupakan kontribusi dari sektor lainnya.
Kepala BPS Provinsi Sumut Asim Saputra merinci, tiga negara tujuan utama ekspor Sumut adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Ketiganya berkontribusi 38,21 persen dari total nilai ekspor.
"Tiongkok menjadi negara tujuan utama dengan nilai 907,36 juta dolar AS atau berkontribusi 17,16 persen," ujar Asim di Medan, Kamis.
Amerika Serikat menempati posisi kedua dengan nilai ekspor mencapai 744,91 juta dolar AS atau 14,09 persen dari total ekspor Sumut. Sementara itu, India berada di urutan ketiga dengan nilai 367,87 juta dolar AS atau 6,96 persen.
Di sisi lain, BPS juga mencatat nilai impor Sumut pada Mei 2026 mencapai 503,58 juta dolar AS. Angka ini meningkat 10,30 persen dibandingkan Mei 2025 yang sebesar 456,57 juta dolar AS.
Secara kumulatif, nilai impor selama Januari-Mei 2026 mencapai 2.364,29 juta dolar AS. Realisasi ini naik 8,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2.174,76 juta dolar AS.
Berdasarkan golongan penggunaan barang, impor bahan baku dan penolong mendominasi dengan kontribusi 79,47 persen atau setara 1.878,80 juta dolar AS. Sisanya merupakan impor barang konsumsi.