Kemenag Sumut Serukan Penguatan Sinergi Cegah Konflik Sosial Keagamaan di Tengah Ancaman Provokasi Medsos

Penulis: Hendrizal Satria  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 14:56:31 WIB
Kemenag Sumut menggelar pertemuan lintas instansi dan tokoh agama untuk memperkuat kerukunan umat beragama.

MEDAN — Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Sumut Syafrizal Bancin menegaskan bahwa pertemuan lintas instansi dan tokoh agama ini merupakan langkah strategis untuk merawat kerukunan. “Kegiatan ini membahas strategi penguatan, perawatan, kerukunan umat beragama, dan pencegahan konflik sosial keagamaan,” ucapnya di Medan, Kamis (2/7).

Menurut Syafrizal, apabila para tokoh agama dan pemangku kebijakan sudah bergandengan tangan, maka Sumatera Utara akan aman dan kondusif. Ia mendorong penyuluh agama untuk turun ke akar rumput guna memastikan pesan moderasi beragama tersampaikan ke seluruh lapisan. “Pada dasarnya, semua agama mengajarkan kedamaian, keharmonisan, dan kasih sayang,” ujarnya.

Ancaman Baru: Dari Dunia Fisik ke Ruang Digital

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumut Mulyono mengingatkan bahwa keberagaman di Sumatera Utara menyimpan potensi kerawanan konflik, baik berdimensi politik, sosial-ekonomi, agraria, maupun keagamaan. Tantangan terbesar saat ini justru datang dari kemajuan teknologi.

“Konflik yang awalnya kecil sering kali dipoles oleh pihak yang tidak bertanggungjawab hingga menjadi besar di dunia maya,” ungkap Mulyono. Ia menekankan pentingnya menjaga daerah tetap aman dan rukun agar roda pembangunan tidak terhambat.

Senada dengan itu, Kepala Satgas Densus 88 AT Polri Kompol Albert Arisandi mengungkapkan bahwa walau secara historis Sumatera Utara sempat menjadi titik kelompok ekstremis, provinsi ini berhasil mempertahankan status zero peristiwa teror selama 3,5 tahun terakhir. Namun, ia mewaspadai pergeseran pola gerakan radikal. “Karena ruang gerak fisik makin sempit, mereka bergeser ke platform online. Ini tantangan bersama kita,” jelasnya.

Lima Ikhtiar FKUB Merawat Toleransi

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumut M Hatta Siregar memaparkan strategi taktis yang terus dijalankan pihaknya. FKUB berkomitmen pada lima ikhtiar utama: dialog lintas iman secara berkala, deklarasi dan imbauan damai, serta membangun kolaborasi dan sinergi antarlembaga keagamaan.

“Kemudian, penguatan program Moderasi Beragama, dan melaksanakan penyuluhan kerukunan berbasis komunitas,” tutur Hatta. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga iklim toleran dan moderat di Sumatera Utara yang menjadi barometer kerukunan nasional.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top