Medan, Februari 2026. Akhir pekan di Sumatera Utara bukan cuma soal kuliner di Lapangan Merdeka. Bagi warga lokal dan perantau yang jenuh dengan hiruk-pikuk kota, memancing jadi alternatif yang murah dan menenangkan. Dari pengalaman bertahun-tahun memetakan spot, saya menemukan beberapa lokasi yang konsisten ramai pemancing—bukan karena ikannya banyak semata, tapi aksesnya masih bersahabat untuk pemula sekaligus menantang untuk mania.
Parapat masih jadi primadona. Spot paling ramai ada di sekitar dermaga Ajibata dan pinggir Jalan Pelabuhan. Ikan endemik seperti mujair Toba dan gabus jadi target utama. Sewa perahu nelayan untuk mancing ke tengah danau berkisar Rp 150.000–Rp 200.000 per trip, sudah termasuk umpan.
Tips: datang sebelum pukul 06.00 pagi. Angin danau belum kencang, ikan lebih agresif. Hindari area dekat pelabuhan kapal feri karena air keruh dan banyak sampah.
Di kaki Gunung Sinabung, tepatnya di Desa Sempajaya, ada sungai berair jernih yang mengalir deras. Ikan mas dan nila liar banyak bersembunyi di balik batu besar. Lokasi ini favorit pemancing fly fishing dari Medan karena suasananya sejuk, suhu rata-rata 18°C.
Akses: dari pusat Berastagi, ambil jalan menuju Taman Alam Lumbini lalu belok kiri. Jalanan tanah berbatu, motor matik agak berat. Tidak ada biaya masuk, hanya parkir sukarela Rp 5.000.
Waduk ini di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit. Jarak tempuh dari Medan sekitar 45 menit. Airnya tenang, cocok untuk mancing dasar. Ikan patin dan baung jadi andalan. Banyak pemancing yang menginap di tenda karena spot ini buka 24 jam.
Biaya: tiket masuk Rp 15.000 per orang. Sewa pancing lengkap Rp 50.000. Warung di sekitar waduk menyediakan kopi dan gorengan sampai malam.
Pesisir timur Sumut ini punya payau yang kaya ikan kakap putih dan belanak. Spot terbaik ada di muara Sungai Sei Buluh. Pemancing lokal biasa datang pas air laut mulai pasang, sekitar jam 15.00.
Harga sewa perahu ke muara: Rp 100.000 untuk 2 orang. Kalau mancing dari bibir pantai, gratis. Tapi siap-siap dengan nyamuk dan lumpur yang licin.
Danau vulkanik di kaki Gunung Sibayak ini airnya kehijauan dan dingin. Ikan yang dominan adalah nila dan sepat. Spot ini belum banyak tersentuh komersialisasi, jadi suasananya masih sunyi. Cocok untuk yang ingin mancing sambil piknik kecil.
Lokasi: dari Medan sekitar 1,5 jam via jalan menuju Pancur Batu. Jalan terakhir menanjak dan sempit, mobil harus hati-hati. Tidak ada tiket masuk, hanya parkir Rp 10.000.
Area sekitar Bukit Lawang terkenal dengan sungai berarus sedang. Ikan soro dan garing (ikan endemik Sumut) banyak ditemukan di bagian hilir. Pemancing lokal menggunakan teknik mancing menggunakan joran panjang dan umpan serangga.
Peringatan: jangan mancing di zona konservasi orangutan. Batas aman ada di Desa Bahorok Lama, sekitar 2 km dari pusat wisata. Sewa alat di warung dekat jembatan Rp 30.000.
Untuk warga Medan yang malas keluar kota, waduk di Kecamatan Sunggal ini solusi. Airnya payau, ikan mujair dan gabus cukup besar. Ramai setiap Sabtu sore. Lokasi ini juga jadi tempat latihan mancing anak-anak.
Biaya masuk Rp 10.000. Tapi kebersihan air kurang terjaga, jadi bawa hand sanitizer. Jam terbaik adalah pukul 16.00–18.00.
Berbeda dengan Parapat, sisi Tongging di Kecamatan Merek menawarkan tebing curam langsung ke danau. Ikan mas dan nila besar sering terlihat di permukaan. Spot ini favorit fotografer karena pemandangan Air Terjun Sipiso-piso jadi latar.
Akses: dari jalan raya Medan–Kabanjahe, belok kiri di pertigaan Tongging. Jalan beraspal mulus. Sewa perahu ke tengah danau Rp 250.000.
Bagi perantau yang mudik ke selatan Sumut, sungai terpanjang di Sumut ini punya spot mancing di Desa Huta Bargot. Ikan jurung (semacam ikan mas besar) dan baung jadi target. Arusnya deras, teknik mancing casting lebih efektif.
Lokasi ini membutuhkan guide lokal. Upah guide Rp 100.000 per hari. Akses dari pusat Kota Panyabungan sekitar 20 menit.
Banyak empang (kolam pemancingan) di sepanjang jalan Sibolangit. Yang paling terkenal adalah Kolam Pemancingan Sibolangit Indah. Ikan nila dan patin diisi rutin setiap Jumat. Harga per kilogram ikan yang didapat Rp 40.000–Rp 50.000.
Cocok untuk pemula karena air tenang dan banyak spot teduh. Buka dari jam 08.00–18.00. Tiket masuk Rp 20.000.
Apa musim terbaik untuk memancing di Sumatera Utara?
Musim kemarau antara Juni–September. Air sungai tidak keruh, danau tenang, dan akses jalan tidak licin.
Apakah perlu izin khusus untuk mancing di danau atau sungai umum?
Tidak. Sepanjang bukan area konservasi atau milik perusahaan, semua gratis. Hormati aturan adat setempat kalau ada.
Berapa rata-rata biaya sekali mancing di Sumut?
Mulai dari Rp 50.000 (sewa alat + umpan + parkir) hingga Rp 300.000 kalau sewa perahu dan guide.
Ikan apa yang paling sering didapat pemancing di Danau Toba?
Mujair Toba dan nila. Kadang dapat gabus kalau mancing di dekat semak-semak tepi danau.
Apa perlengkapan wajib yang harus dibawa?
Joran serep, senar cadangan, obat anti nyamuk, jas hujan, dan air minum lebih. Banyak spot yang tidak ada warung.
Dari sepuluh spot di atas, pilihan tergantung seberapa jauh kamu mau berkendara dan target ikannya. Danau Toba tetap juara untuk pemandangan, tapi sungai-sungai di dataran tinggi seperti Lau Borus punya tantangan sendiri. Satu hal yang pasti: akhir pekan di Sumut tidak akan membosankan kalau joran sudah siap di tangan.