SUMATERA UTARA — Project Mirage, sebuah startup perangkat keras, memperkenalkan Dune — keypad mini berbahan aluminium dengan tiga tombol fisik yang bisa diprogram. Perangkat ini dirancang untuk mengatasi masalah umum pengguna laptop: pintasan keyboard yang berbeda-beda di setiap aplikasi, terutama aplikasi konferensi video. Daripada mengingat kombinasi tombol untuk mute atau matikan kamera di Zoom, Google Meet, atau Microsoft Teams, Dune menawarkan tombol fisik yang konteksnya berubah otomatis.
Dune terhubung ke MacBook melalui port USB-C dan tidak memiliki baterai internal — ia mengambil daya langsung dari laptop. Yang membedakannya dari keypad biasa adalah kemampuan contextual awareness-nya. Saat pengguna membuka aplikasi rapat, tiga tombol Dune secara otomatis berfungsi sebagai toggle mic, toggle video, dan bring window to front. Saat beralih ke Microsoft Excel atau Google Sheets, fungsi tombol berubah menjadi copy, paste, dan undo. Di browser Chrome, tombol bisa diatur untuk refresh, lompat ke URL bar, dan paste.
Startup ini merakit setiap unit Dune sesuai model MacBook pengguna agar duduk rata tanpa celah. Untuk pengguna yang port USB-C-nya sudah terpakai, Dune tetap bisa digunakan melalui dongle. Saat ini, Dune mendukung MacBook M2 Air atau yang lebih baru, serta M1 Pro atau yang lebih baru, dengan sistem operasi macOS 15 Sequoia atau versi yang lebih baru.
Dune dilengkapi aplikasi pendamping untuk mengonfigurasi pintasan, baik per aplikasi maupun sistem. Pengguna bisa menetapkan tombol untuk pintasan keyboard, perintah tertentu, atau bahkan tautan yang membuka aplikasi atau URL. Aplikasi ini juga bisa sinkron dengan kalender untuk menampilkan jadwal meeting berikutnya beberapa menit sebelum dimulai — cukup satu sentuhan untuk bergabung, menutup, atau mengirim pesan "saya terlambat".
Untuk pengguna yang lebih mahir, Dune mendukung skrip Python kustom. Namun, yang lebih menarik adalah integrasi dengan Claude Desktop: pengguna cukup mendeskripsikan pintasan yang diinginkan dalam bahasa sehari-hari, dan Claude akan menuliskan skripnya lalu menetapkannya ke tombol — tanpa perlu menyentuh kode. Jurnalis yang menguji perangkat ini berhasil membuat pintasan untuk merangkum profil perusahaan saat mengunjungi situs startup, serta mengonversi gambar ke JPEG untuk unggahan WordPress — keduanya selesai tanpa konfigurasi manual berarti.
Project Mirage juga menyediakan marketplace tempat pengguna bisa mengunduh "skill" buatan pemilik Dune lain. Jika ekosistem ini berkembang, Dune bisa bertransformasi dari sekadar keypad menjadi perangkat keras tipis yang ditenagai ekosistem skill berbasis Claude.
Meskipun build quality-nya solid, tombol Dune terasa terlalu ringan. Jurnalis yang menguji perangkat ini beberapa kali tidak sengaja mengaktifkan mute atau mematikan kamera hanya karena tangannya menyenggol Dune saat meraih botol air atau cangkir kopi. Tombol seharusnya membutuhkan resistansi yang lebih besar untuk menghindari kesalahan tekan.
Dari sisi perangkat lunak, marketplace skill masih terbatas jumlahnya. Tidak ada cara untuk menguji skill sebelum menetapkannya ke tombol fisik — idealnya aplikasi memungkinkan pratinjau fungsi. Startup ini juga perlu secara proaktif menambahkan skill bawaan untuk berbagai aplikasi populer.
Dune dijual dengan harga perkenalan $119 (sekitar Rp1,96 juta) dan akan naik menjadi $149 (sekitar Rp2,46 juta) setelah periode promosi berakhir. Perangkat ini hanya tersedia untuk MacBook dengan port USB-C dan belum ada informasi mengenai ketersediaan resmi di Indonesia. Sebagai perbandingan, MuteMe hanya mencakup fungsi mute/unmute, sementara Stream Deck menawarkan makro bisnis yang lebih kompleks namun dengan kurva belajar lebih tinggi.
Dune adalah pilihan solid bagi pekerja jarak jauh, kreator konten, investor, dan siapa pun yang sering berpindah-pindah aplikasi dan ingin menghindari kekacauan pintasan keyboard. Namun, calon pembeli perlu mempertimbangkan sensitivitas tombol yang masih perlu diperbaiki dan ekosistem skill yang masih dalam tahap awal. Jika Project Mirage serius mengembangkan marketplace-nya, Dune punya potensi menjadi lebih dari sekadar keypad — ia bisa menjadi pusat kendali produktivitas berbasis AI yang benar-benar personal.