SAMOSIR — Rangkaian hari kelima Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak Rumahela (FWELB) IX di Samosir berlangsung berbeda. Bukan sekadar parade budaya, acara ini dijadikan momentum peluncuran buku Polisi Jagung yang ditulis Hinca IP Pandjaitan XIII, anggota Komisi III DPR RI sekaligus Pembina Komunitas Rumahela.
Buku itu menyoroti pengabdian anggota Polri di bidang ketahanan pangan, khususnya pendampingan petani jagung. Peluncuran dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80, yang menurut panitia ingin menegaskan wajah Polri yang dekat dengan masyarakat akar rumput.
Acara diawali pemukulan gong tujuh kali, dilanjutkan pertunjukan gondang dan musik tradisional Sariburaja Komunal Perkusi Rumahela. Suasana berubah khidmat saat video peringatan 80 tahun Polri berjudul Sempatkan Pulang Anakku diputar.
Prosesi simbolik menyusul: perempuan Batak membawa ampang berisi jagung lengkap dengan 80 lilin. Angka itu melambangkan usia pengabdian Polri yang tengah diperingati. Jagung sendiri dipilih karena menjadi ikon program ketahanan pangan yang selama ini digaungkan institusi kepolisian.
Momen puncak ditandai dengan penyerahan buku Polisi Jagung kepada Raja Bius serta perwakilan anggota Polri dari Mabes Polri, Polda Sumatera Utara, hingga Polres jajaran. Sejumlah pejabat hadir langsung, antara lain Dirbinmas Polda Sumut Kombes Pol. H.Y. Arief Satriyo yang mewakili Kapolda, Kasubbag Hentif SSDM Polri AKBP Magdalena Anita Sitinjak, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, dan Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho.
Sekitar 150 anggota Komunitas Rumahela turut ambil bagian dalam festival tahunan ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Pangururan itu juga dihadiri tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.
Hinca IP Pandjaitan XIII dalam sambutannya menyebut bahwa kehadiran Polri di sektor pertanian bukan sekadar program seremonial. Ia mencontohkan anggota Bhabinkamtibmas yang aktif mendampingi petani jagung di beberapa daerah sebagai bentuk nyata pengabdian. Lewat buku ini, ia berharap publik melihat sisi lain dari institusi kepolisian yang kerap hanya diberitakan dari aspek penegakan hukum.