PEMATANG SIANTAR — Pemerintah Kota Pematangsiantar memastikan penanganan pascakebakaran Pasar Dwikora di Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, terus berjalan. Bantuan sosial tahap pertama telah disalurkan kepada 41 pedagang terdampak, menyusul kebakaran yang meludeskan 311 kios pada Kamis (18/6/2026) dini hari lalu. Dari total kios yang terbakar, sebanyak 276 unit terdata aktif.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menyerahkan bantuan secara simbolis di Kantor Camat Siantar Utara, Jalan Patuan Anggi, beberapa waktu lalu. "Sosialisasi kepada para pedagang dan pemberian bantuan sosial sudah terlaksana tahap 1. Sedangkan tahap 2 dan tahap 3 on progress," ujar Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) Bolmen Silalahi dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2026).
Pemko Pematangsiantar melalui PD PHJ tengah mempersiapkan 141 unit kios yang terdiri dari 87 unit di dalam tanpomas dan 54 unit di area Pasar Dwikora. Apabila masih kurang, tersedia 85 kios di Balairung Rajawali yang dapat digunakan sementara oleh pedagang korban kebakaran.
Selain itu, Pemko bersama pemerintah kecamatan dan PD PHJ mulai menata pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Mufakat dengan memasang barrier dan membersihkan selokan. Langkah ini diambil agar arus lalu lintas kembali lancar, terutama untuk truk dan alat berat yang akan digunakan dalam proses pembersihan lokasi.
Setelah police line dibuka pada 24 Juni 2026, Pemko langsung menurunkan alat berat untuk merobohkan bangunan sisa kebakaran yang sudah tidak layak. Proses pembersihan puing-puing dan pembuatan drainase utama serta drainase tambahan kini tengah berlangsung.
Bolmen menjelaskan, Pemko akan membangun atap balairung, lantai kios, lantai jalan, dan fasilitas umum seperti drainase, instalasi listrik, aliran air Perumda Air Minum Tirta Uli, CCTV, APAR, serta lampu penerangan. Sementara itu, pedagang diminta membuat sendiri dinding kios sesuai ketentuan PD PHJ. Ukuran dan letak kios disebut tidak mengalami perubahan dari sebelumnya.
Peristiwa kebakaran ini menjadi pelajaran bagi PD PHJ untuk memperbaiki sistem mitigasi risiko. "Pada saat kebakaran tidak ada peralatan atau APAR yang memadai untuk mengatasi situasi tersebut. Untuk itu diperlukan usaha guna melengkapi peralatan atau APAR dan juga untuk penanganan drainase, serta atap yang rawan kebakaran di Pasar Dwikora dan juga Pasar Horas," tandas Bolmen.
Pemko berjanji akan mempercepat proses pembangunan agar para pedagang bisa kembali berjualan dalam waktu dekat. Bantuan tahap kedua dan ketiga masih dalam proses penyaluran.