Bukit Lawang, Surga Trekking Orangutan Sumatera di Taman Nasional Gunung Leuser

Penulis: Nurkholis Wahid  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 13:47:31 WIB

Bukit Lawang adalah desa kecil di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang telah lama dikenal sebagai pintu masuk menuju Taman Nasional Gunung Leuser, salah satu hutan hujan tropis paling kaya di Asia Tenggara.

Daya tarik utama kawasan ini adalah keberadaan orangutan Sumatera, spesies primata langka yang kini berstatus dilindungi ketat dan hanya bisa ditemukan di segelintir tempat di dunia.

Bagi Anda pencinta wisata alam dan satwa liar, berikut ulasan lengkap tentang Bukit Lawang, mulai dari daya tarik utamanya hingga prinsip ekowisata yang diterapkan di kawasan ini.

Habitat Orangutan Sumatera

Taman Nasional Gunung Leuser menjadi salah satu tempat terakhir di dunia di mana orangutan Sumatera (Pongo abelii) dapat ditemukan hidup bebas di habitat aslinya, menjadikannya destinasi berharga bagi pencinta konservasi.

Melihat orangutan liar berayun di antara pepohonan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, memberikan kesempatan langka untuk menyaksikan langsung kehidupan primata dilindungi ini di alam bebas.

Selain orangutan, hutan di sekitar Bukit Lawang juga menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna khas Sumatera, menjadikan kawasan ini kaya akan keanekaragaman hayati.

Paket Trekking yang Tersedia

Wisatawan bisa memilih paket trekking sesuai kemampuan dan waktu yang dimiliki, mulai dari setengah hari hingga tiga hari penuh menyusuri hutan Taman Nasional Gunung Leuser.

Trek reguler biasanya berlangsung sekitar enam hingga tujuh jam, membawa wisatawan menjelajahi jalur hutan sambil mencari jejak orangutan dan satwa liar lainnya bersama pemandu berpengalaman.

Untuk mencapai Bukit Lawang, wisatawan umumnya berangkat dari Kota Medan dengan perjalanan darat sekitar tiga hingga empat jam, melewati perkebunan dan pedesaan yang asri.

Prinsip Ekowisata dan Konservasi

Meski peluang bertemu orangutan cukup tinggi, tidak ada jaminan pasti karena kawasan ini menerapkan prinsip ekowisata yang ketat, menghormati satwa liar tanpa pernah memberi makan kepada mereka.

Pembatasan penggunaan plastik dan edukasi perilaku ramah lingkungan diterapkan di hampir semua lini aktivitas wisata, memastikan dampak kunjungan terhadap hutan tetap minimal.

Prinsip konservasi ini menjadikan Bukit Lawang sebagai contoh ekowisata yang bertanggung jawab, menyeimbangkan antara kebutuhan wisata dan pelestarian habitat orangutan yang terancam punah.

Tips Trekking di Bukit Lawang

  • Gunakan jasa pemandu resmi dan berpengalaman selama trekking.
  • Jangan memberi makan orangutan atau satwa liar lain yang dijumpai.
  • Kenakan sepatu trekking yang nyaman karena medan cukup menantang.
  • Bawa air minum cukup dan perlengkapan hujan karena cuaca hutan berubah cepat.
  • Pilih paket trekking sesuai kemampuan fisik agar perjalanan tetap nyaman.

Baca juga informasi lainnya di portal berita Redaksi Sumut.

Reporter: Nurkholis Wahid
Back to top