SUMATERA UTARA — Pernyataan tersebut disampaikan Vanhaezebrouck jelang laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Belgia dan Spanyol. Meski Spanyol menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan di turnamen ini, performa lini serang mereka dinilai tidak meyakinkan.
Mantan pelatih RSC Anderlecht ini menegaskan bahwa sebuah tim juara dunia wajib memiliki striker sejati yang mematikan. Ia menunjuk Mikel Oyarzabal, penyerang tunggal Spanyol, sebagai titik lemah.
"Saya tidak melihat juara dunia di Spanyol. Hanya itu saja [belum kebobolan]. Pertahanan mereka tidak mustahil untuk ditembus," kata Vanhaezebrouck dikutip dari Mundo Deportivo.
"Olmo, Ferran Torres: di lini serang, mereka tidak memiliki talenta kelas dunia seperti dulu. Bahkan Oyarzabal, pemain yang berbakat secara teknis, tetapi bukan penyerang tengah," tambahnya.
Vanhaezebrouck tidak memungkiri bahwa Lamine Yamal tetap menjadi ancaman serius. Ia memperingatkan bek sayap kanan Belgia, Maxim De Cuyper, untuk ekstra waspada saat menjaga pemain muda Spanyol tersebut.
"Yamal tidak dalam performa terbaiknya di turnamen ini, tetapi ia tetap sulit dihentikan. Kami mengalami beberapa masalah di sayap kiri selama kejuaraan ini," ujar Vanhaezebrouck.
"De Cuyper cenderung banyak melakukan pressing, sementara Yamal, seperti Messi, adalah legenda yang dilindungi. Jadi De Cuyper harus berhati-hati," jelasnya.
Laga Spanyol vs Belgia akan berlangsung pada Sabtu (11/7) pukul 02.00 WIB di Stadion Los Angeles. Pemenang dari pertandingan ini akan berhadapan dengan Prancis atau Maroko di babak semifinal.