MEDAN — Sepatu Bunut, produk alas kaki khas Kelurahan Bunut dan Sidomukti, Kecamatan Kisaran Barat, menjadi primadona di Paviliun Kabupaten Asahan pada ajang PRSU 2026. Ketua Tim Komisi VII DPR RI, Dr. Evita Nursanty, yang didampingi Gubernur Sumut Bobby Nasution, tak hanya meninjau stan tetapi juga langsung memborong satu pasang sepatu tanpa tali dan tanpa tumit tersebut.
Evita menilai kualitas jahitan dan desain Sepatu Bunut sudah setara dengan produk nasional. “Saya melihat produk Sepatu Bunut memiliki kualitas yang sangat baik. Dengan pembinaan dan inovasi yang berkelanjutan, produk ini memiliki peluang besar untuk berkembang hingga pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya di sela kunjungan, Kamis.
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menjelaskan, Sepatu Bunut memiliki keunikan pada teknik pembuatannya. Kulit dipasang dari bagian tapak menuju bagian atas sepatu, berbeda dengan teknik konvensional. Hasilnya, sepatu lebih kokoh, kuat, dan awet.
Model yang diproduksi dikenal dengan sebutan pansus—tanpa tali dan tanpa tumit—dan tersedia untuk pria maupun wanita. “Para pengrajin masih memproduksi dan memasarkan secara mandiri melalui rumah produksi atau toko masing-masing. Pemerintah terus mendorong agar produk ini lebih dikenal luas,” kata Taufik.
Dalam kunjungan itu, rombongan juga meninjau bibit kultur jaringan produksi PT Hijau Surya Biotechindo serta berbagai produk UMKM unggulan lainnya. Evita Nursanty berharap Pemkab Asahan konsisten memberikan pembinaan dan pendampingan agar kualitas produk terus meningkat dan jaringan pemasaran meluas.
Kehadiran Ketua Tim Komisi VII DPR RI dan Gubernur Sumut di Paviliun Asahan menjadi sinyal positif bagi pengrajin lokal. Sepatu Bunut yang lahir sebagai industri rumahan di pinggir Jalan Lintas Sumatera kini mulai dilirik pasar yang lebih besar.