SUMATERA UTARA — Persaingan di segmen SUV listrik entry-level makin ketat. Dua pemain yang cukup menonjol adalah Neta L dan SAG Max EV. Keduanya hadir dengan harga yang hampir beririsan, namun DNA dan keunggulan masing-masing cukup kontras. Neta L mengusung pendekatan mobil konvensional yang di-elektrifikasi, sementara SAG Max EV lahir dari pabrikan yang sejak awal fokus pada kendaraan listrik murni.
Dari segi ukuran, Neta L jelas lebih unggul. Mobil ini memiliki panjang 4.770 mm, lebar 1.900 mm, dan tinggi 1.660 mm dengan jarak sumbu roda 2.770 mm. Angka-angka ini menempatkannya di atas rata-rata SUV medium. Sebaliknya, SAG Max EV tampil lebih ringkas dengan panjang 4.450 mm, lebar 1.835 mm, dan tinggi 1.660 mm. Jarak sumbu rodanya pun lebih pendek, 2.720 mm.
Perbedaan dimensi ini langsung terlihat di kabin. Neta L menawarkan ruang kaki dan bahu yang lebih lega, terutama di baris kedua. SAG Max EV, meski lebih kecil, tetap mampu memberikan kenyamanan untuk empat orang dewasa dengan konfigurasi kursi yang ergonomis.
Perbedaan paling mencolok ada di sektor dapur pacu. Neta L dibekali motor listrik bertenaga 201 hp dan torsi 310 Nm. Angka ini membuatnya lebih bertenaga di atas kertas dibanding SAG Max EV yang hanya memiliki 134 hp dan torsi 220 Nm. Namun, tenaga besar Neta L harus diimbangi bobot yang lebih berat, mencapai 1.800 kg.
SAG Max EV justru unggul dalam hal efisiensi. Baterai LFP berkapasitas 47,78 kWh diklaim mampu menempuh jarak hingga 410 km sekali cas. Sementara Neta L dengan baterai 51 kWh hanya mampu menempuh 380 km. Artinya, SAG Max EV lebih efisien dalam penggunaan energi per kilometer.
Untuk urusan fitur, Neta L tampil mewah. Mobil ini memiliki dua layar besar: 15,6 inci untuk head unit dan 10,25 inci untuk instrumen cluster. Fitur keselamatan aktif seperti Adaptive Cruise Control, Lane Keep Assist, dan Blind Spot Monitoring sudah tersedia. SAG Max EV tidak kalah canggih dengan layar tengah 15,6 inci dan panoramic sunroof yang menjadi andalan.
Namun, SAG Max EV masih unggul dalam hal fitur pengisian daya. Mobil ini mendukung V2L (Vehicle-to-Load) yang memungkinkan baterai mobil digunakan untuk menyalakan perangkat listrik eksternal. Neta L belum menyediakan fitur ini di varian standarnya.
Keduanya dipasarkan dengan harga yang bersaing. Neta L dibanderol mulai Rp 423 juta untuk varian standar, sementara SAG Max EV dijual dengan harga Rp 448 juta. Selisih Rp 25 juta ini membuat keduanya langsung bersaing di segmen yang sama.
Pilihan antara Neta L dan SAG Max EV pada akhirnya bergantung pada prioritas. Jika Anda mengutamakan ruang kabin dan tenaga besar, Neta L adalah pilihan tepat. Namun, jika efisiensi baterai dan fitur V2L lebih penting, SAG Max EV layak dipertimbangkan.