MEDAN — Balai Yasa Pulubrayan, yang telah berdiri sejak 1915 atau genap berusia 111 tahun, menuntaskan perawatan berkala tingkat besar terhadap puluhan armada pada paruh pertama tahun ini. Manager Humas KAI Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, merinci bahwa perawatan tersebut meliputi lima unit lokomotif, 18 kereta penumpang, 102 gerbong barang, tiga kereta pembangkit, serta satu unit peralatan khusus.
Berbeda dengan depo sarana seperti Depo Lokomotif Medan atau Depo Kereta dan Gerbong Pulubrayan yang hanya menangani perawatan ringan harian dan bulanan, Balai Yasa Pulubrayan berperan sebagai bengkel pusat. Fasilitas ini menangani perawatan berat (overhaul) yang terjadwal secara berkala setelah sarana beroperasi dalam kurun waktu 24 bulan, 36 bulan, 48 bulan, hingga 72 bulan.
"Tidak hanya melakukan perawatan, dengan dukungan peralatan yang lebih lengkap, di Balai Yasa juga dimungkinkan untuk dilakukan rekayasa teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan," kata Anwar dalam keterangannya di Medan, Jumat.
Efektivitas perawatan di Balai Yasa Pulubrayan berdampak linier terhadap kinerja operasional KAI Sumut. Dengan kondisi armada yang selalu siap operasi, tingkat keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan dapat terjaga optimal.
Selama Semester I 2026, KAI Divre I Sumatera Utara melayani 1.391.120 pelanggan angkutan penumpang, tumbuh 5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sektor logistik juga mencatatkan kenaikan positif dengan volume angkutan barang mencapai 387.895 ton, meningkat 8 persen dibanding Semester I 2025.
Sebagai satu-satunya fasilitas bengkel sarana perkeretaapian di wilayah tersebut, Balai Yasa Pulubrayan mengemban tugas khusus yang didedikasikan sepenuhnya untuk perawatan berat. Peran strategis fasilitas ini diproyeksikan akan terus meningkat seiring bertumbuhnya minat masyarakat Sumut menggunakan moda transportasi kereta api.
"Balai Yasa Pulubrayan berperan sebagai penjaga urat nadi keandalan sarana kereta api di Sumatera Utara. Dengan sarana perkeretaapian yang andal, mendukung peningkatan pelayanan mobilitas masyarakat maupun distribusi barang di Sumut tetap berjalan tanpa hambatan," ujar Anwar.