Bocoran Copilot OS dan PHK Massal Microsoft: Xbox Terancam, Surface Go Resmi Pensiun

Penulis: Hendrizal Satria  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 19:40:32 WIB
Microsoft melakukan PHK besar-besaran dengan divisi Xbox paling terdampak.

SUMATERA UTARA — Gelombang PHK besar-besaran Microsoft kembali mengguncang industri teknologi. Pekan lalu, memo internal yang ditulis Asha Sharma, Head of People Experience Xbox, mengungkap fakta mengejutkan: terdapat 14 lapisan manajemen menengah di divisi gaming Xbox. Angka ini dinilai menjadi biang keladi lambannya eksekusi strategi di tengah akuisisi mahal seperti Bethesda (senilai USD 7,5 miliar) dan Activision Blizzard (USD 68,7 miliar).

PHK Massal: Mengapa Xbox Paling Terpukul?

Dari total 4.800 karyawan yang terkena PHK, divisi Xbox menanggung beban terberat. Sumber internal menyebutkan bahwa struktur manajemen yang terlalu gemuk membuat proses pengambilan keputusan berjalan lambat. Alhasil, waralaba raksasa seperti Fallout dan Minecraft belum mampu dimonetisasi secara optimal meski sudah diakuisisi bertahun-tahun lalu.

Kritik tajam dilontarkan oleh para host Windows Central Podcast, Daniel Rubino, Zac Bowden, dan Jez Corden. Mereka menilai manajemen gagal memanfaatkan potensi IP (kekayaan intelektual) yang sudah dibeli dengan harga selangit. Salah satu opsi yang kini dipertimbangkan adalah menjadikan Xbox sebagai anak perusahaan yang independen—sebuah langkah yang disebut sebagai "kesempatan terakhir" bagi brand gaming tersebut.

Bocoran "Project Ion": OS Masa Depan Tanpa Start Menu?

Di tengah hiruk-pikuk PHK, bocoran mengejutkan justru muncul dari forum Discord. Zac Bowden mengungkap sebuah proyek inkubasi internal Microsoft tahun 2024 bernama "Project Ion". Sistem operasi ini dirancang sebagai OS web-native yang berjalan sepenuhnya di dalam browser Microsoft Edge.

Yang paling radikal: Copilot, asisten AI Microsoft, menggantikan fungsi Start Menu tradisional. Antarmuka ini diklaim platform-agnostic, artinya bisa berjalan di berbagai perangkat tanpa terikat arsitektur prosesor tertentu. Belum ada kepastian apakah proyek ini akan dirilis ke publik atau hanya eksperimen internal, namun bocoran ini menegaskan ambisi Microsoft untuk mengintegrasikan AI hingga ke level sistem.

Surface Go Resmi Pensiun, Surface Pro 12 Siap Meluncur

Kabar buruk bagi penggemar tablet ringan: lini Surface Go dan Surface Laptop Go dipastikan berakhir. Sumber eksklusif mengonfirmasi bahwa kedua lini 10 inci tersebut resmi dihentikan produksinya. Keputusan ini meninggalkan celah besar di segmen enterprise dan pengguna yang menginginkan perangkat ultra-portabel berbasis Windows.

Sebagai gantinya, Microsoft bersiap meluncurkan Surface Laptop 8 dan Surface Pro 12 untuk konsumen. Keduanya akan ditenagai prosesor Snapdragon X2 generasi terbaru. Yang menarik, Microsoft memperkenalkan opsi RAM 24 GB sebagai "sweet spot" baru—posisi di tengah antara 16 GB dan 32 GB. Untuk menekan harga, akan tersedia pula konfigurasi 8 GB yang dirancang khusus untuk mengatasi krisis ketersediaan RAM global.

Gelembung AI: Antara Biaya Mahal dan Manfaat yang Dipertanyakan

Podcast Windows Central juga mengupas fenomena "gelembung AI" yang melanda industri. Biaya komputasi awan untuk menjalankan model bahasa besar (LLM) seperti Copilot disebut sangat fantastis. Namun, para panelis mempertanyakan: apakah ada peningkatan produktivitas yang terukur bagi pengguna biasa?

Konsumen mulai menunjukkan resistensi terhadap fitur AI yang dipaksakan. Tanpa bukti konkret bahwa AI benar-benar menghemat waktu atau uang, Microsoft dan vendor lain berisiko menghadapi kekecewaan massal—mirip dengan fenomena "AI fatigue" yang mulai terasa di kalangan pengguna teknologi.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: windowscentral.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top