MEDAN — Muslim Harahap menekankan bahwa pengawasan orang tua tidak boleh setengah-setengah. Ia meminta setiap keluarga untuk benar-benar mengetahui dengan siapa anak-anak mereka berteman dan apa yang mereka akses melalui gawai.
"Awasi anak-anak kita, lihat dengan siapa mereka bergaul. Didik anak-anak kita agar mereka menjadi anak-anak yang bermoral, salah satunya melalui pengamalan nilai-nilai pancasila," ucap Muslim di hadapan ratusan warga yang hadir.
Dalam kesempatan yang sama, politisi Demokrat itu mendorong pemerintah untuk memasukkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) sebagai muatan lokal di sekolah. Menurutnya, pelajaran ini sangat efektif dalam membentuk adab anak-anak.
"Pendidikan Moral Pancasila ini sangat penting. Sebab, Pendidikan Moral Pancasila sangat berpengaruh dalam membentuk adab anak-anak. Kita tahu, bahwa adab lebih tinggi dari ilmu," katanya.
Muslim menambahkan, pembentukan moral anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan orang tua di rumah. Lingkungan tempat tinggal, mulai dari kerukunan tetangga hingga tingkat kelurahan, turut menentukan karakter generasi muda.
"Kerukunan rumah tangga, keluarga, tetangga, lingkungan, hingga kelurahan juga menjadi kunci membangun moral anak-anak kita," ujarnya.
Ceramah dalam kegiatan tersebut turut diisi oleh Ustaz Drs. Syamsul Bahri. Ia mengingatkan agar orang tua tidak lalai mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka. Menurutnya, bahaya moral justru sering mengintai dari konten yang diakses melalui ponsel.
"Dengan mengawasi anak setiap hari, baik pergaulannya, termasuk apa yang sering mereka buka di HP nya, itu akan cukup membantu mereka agar tetap menjaga moralitasnya," kata Ustaz Syamsul.
Ia juga mengaitkan pentingnya nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama, dalam menjaga moral bangsa. "Bila sila pertama ini saja mampu dijalankan, maka tidak akan ada manusia yang tidak bermoral," tutupnya.