PEMATANGSIANTAR — Hari pertama sekolah bagi anak-anak kelas satu di UPTD SD Negeri 122377 berlangsung penuh antusias. Sekolah yang berlokasi di Jalan Rakkuta Sembiring, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba ini menerima 72 siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027.
Pantauan di lokasi menunjukkan banyak orang tua yang memilih bertahan di area sekolah. Mereka duduk di teras kelas atau berdiri di pagar, mengamati anak-anak yang mulai berkenalan dengan teman baru dan guru.
Seorang ibu yang enggan disebut namanya mengaku sengaja mengambil cuti kerja. "Ini hari pertama anak saya sekolah. Saya ingin lihat langsung bagaimana dia beradaptasi," ujarnya.
Kepala UPTD SD Negeri 122377, Hotmian Panjaitan, mengatakan prosesi penyerahan siswa dari orang tua kepada pihak sekolah berlangsung khidmat. Setiap orang tua menandatangani surat pernyataan bermeterai sebagai bukti kemitraan.
"Kami menerima anak-anak ini dengan rasa senang hati langsung dari orang tua. Kerja sama ini diperkuat dengan surat pernyataan bermeterai. Ini bukti nyata bahwa jalinan kemitraan antara pihak sekolah dan keluarga sudah berjalan sangat baik sejak hari pertama," paparnya.
Angka penerimaan siswa baru tahun ini tercatat 72 orang, turun tiga siswa dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 75 orang. Meski demikian, Hotmian menegaskan hal itu tidak mengurangi kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan MPLS.
Program pengenalan lingkungan sekolah akan berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Materi yang diberikan mencakup pengenalan tata tertib, kurikulum, dan lingkungan fisik sekolah.
Menurut Hotmian, keterlibatan orang tua selama MPLS sangat penting untuk membantu anak beradaptasi. Pihak sekolah berkomitmen membangun komunikasi intensif dengan orang tua, terutama jika ada siswa yang mulai jarang masuk, sering sakit, atau mengalami penurunan prestasi.
"Komitmen utama kami adalah sinergi. Ketika muncul persoalan di kemudian hari, baik sekolah maupun orang tua harus duduk bersama untuk mencari solusi terbaik. Kami ingin meminimalkan kesalahpahaman informasi demi menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi anak," katanya.
Pemantauan kehadiran dan perkembangan akademik siswa menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang disepakati sejak awal. Sekolah dan orang tua bersama-sama memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan yang tepat selama masa transisi dari PAUD atau TK ke SD.
Hotmian berharap semangat yang terlihat di hari pertama ini bisa bertahan sepanjang tahun ajaran. "Kami ingin anak-anak betah di sekolah dan orang tua percaya menitipkan putra-putrinya," pungkasnya.