Berburu oleh-oleh di Sumatera Utara bukan sekadar soal membeli barang. Lebih dari itu, ini soal membawa pulang rasa dan identitas. Provinsi ini, dengan ibu kota Medan, punya warisan kuliner dan kriya yang sudah dikenal lintas generasi. Bagi warga lokal yang mudik atau wisatawan yang baru pertama kali berkunjung, pilihannya memang banyak. Tapi beberapa nama selalu muncul sebagai primadona.
Berikut tujuh oleh-oleh yang paling populer dan unik dari Sumatera Utara. Semua sudah teruji waktu dan punya penggemar setia.
Bika Ambon adalah ikon kuliner Medan yang tak pernah sepi peminat. Kue berpori halus ini punya tekstur kenyal dan rasa legit yang khas. Meski namanya "Ambon", kue ini justru lahir dan besar di Medan, tepatnya di kawasan Jalan Mojopahit dan sekitarnya.
Proses fermentasi adonan yang memakan waktu semalaman membuat bika ambon punya aroma dan rasa yang sulit ditiru. Varian rasa kini makin beragam, dari pandan, durian, hingga keju. Tapi rasa original pandan tetap yang paling dicari. Cek langsung ke pusat oleh-oleh di Jalan Mojopahit atau pusat perbelanjaan di pusat kota Medan untuk mendapatkan yang paling segar.
Lapisan demi lapisan kue ini bukan sekadar hiasan. Membuat lapis legit butuh kesabaran ekstra—setiap lapisan dipanggang satu per satu hingga berlapis-lapis. Prosesnya bisa memakan waktu berjam-jam. Hasilnya? Kue yang padat, kaya rempah, dan awet hingga berminggu-minggu.
Lapis legit Medan terkenal lebih padat dan manisnya pas dibanding versi daerah lain. Banyak toko kue di kawasan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Diponegoro yang menjualnya dalam kemasan cantik. Cocok dijadikan buah tangan untuk acara keluarga atau rekan kantor.
Durian dari Sumatera Utara, khususnya dari daerah Sidikalang dan Tapanuli, punya penggemar fanatik. Tapi membawa durian segar dalam perjalanan panjang tentu merepotkan. Solusinya: lempok durian.
Lempok adalah olahan durian yang dimasak dengan gula hingga kental, lalu dikeringkan. Teksturnya kenyal seperti dodol, tapi rasa duriannya sangat terasa. Tak perlu khawatir soal bau—lempok durian yang dikemas vakum hampir tidak mengeluarkan aroma. Oleh-oleh ini banyak dijual di toko oleh-oleh di sepanjang Jalan Gatot Subroto Medan dan pusat kerajinan di Berastagi.
Keripik ubi mungkin terdengar biasa. Tapi keripik ubi balado khas Sumatera Utara punya lapisan bumbu cabe merah yang tebal dan pedasnya nendang. Ubi yang digunakan biasanya ubi jalar lokal yang manis, jadi ada kontras rasa antara pedas dan manis yang bikin ketagihan.
Produsen rumahan di sekitar Kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai memproduksi keripik ini dalam jumlah besar. Kemasannya biasanya toples atau plastik kiloan. Pastikan memilih yang segar dan renyah—jangan sampai dapat yang sudah melempem karena terlalu lama disimpan.
Ulos bukan sekadar kain. Bagi masyarakat Batak, ulos adalah simbol ikatan kasih, restu, dan perlindungan. Kain tenun tradisional ini dulunya hanya dipakai dalam upacara adat. Kini, ulos hadir dalam bentuk yang lebih praktis: syal, dasi, tas, hingga taplak meja.
Pusat tenun ulos terbaik ada di Desa Lumban Suhi-Suhi, Kecamatan Pangururan, di tepi Danau Toba. Di sana, wisatawan bisa melihat langsung proses menenun dengan alat tradisional. Tapi kalau tak sempat ke Samosir, toko oleh-oleh di Jalan Palang Merah Medan juga menjual ulos asli. Harga bervariasi, tergantung kerumitan motif dan jenis benang yang digunakan.
Kopi Sidikalang adalah primadona dari dataran tinggi Dairi. Kopi ini punya karakter strong dengan aftertaste sedikit asam dan aroma yang khas. Bagi pencinta kopi, membawa pulang biji kopi sangrai dari Sidikalang adalah keharusan.
Banyak kedai kopi di Medan yang menjual kopi Sidikalang dalam kemasan vakum. Beberapa juga menyediakan versi bubuk siap seduh. Kalau mau yang lebih autentik, cari produk langsung dari petani di daerah Sidikalang atau toko kopi di kawasan Jalan Semarang Medan.
Gula aren dari Tapanuli Selatan, yang dikenal dengan nama gula puan, punya kualitas premium. Warna cokelat gelap, rasa manis yang dalam, dan aroma khas aren membuatnya jadi favorit untuk campuran minuman atau masakan.
Gula ini dibuat dari nira aren yang dimasak perlahan tanpa bahan pengawet. Bentuknya biasanya cetakan setengah lingkaran atau silinder. Oleh-oleh ini mudah ditemukan di pasar tradisional seperti Pasar Petisah Medan atau Pasar Induk Lau Cih di Tanah Karo.
1. Apa oleh-oleh paling terkenal dari Medan?
Bika Ambon Medan adalah yang paling ikonik. Kue berpori halus ini sudah dikenal hingga mancanegara dan jadi buruan utama wisatawan.
2. Di mana tempat belanja oleh-oleh Sumatera Utara yang lengkap?
Pusat oleh-oleh terbesar ada di Jalan Mojopahit Medan dan Jalan Ahmad Yani Medan. Di sana, puluhan toko menjual bika ambon, lapis legit, keripik, hingga kain ulos dalam satu lokasi.
3. Apakah kain ulos hanya untuk acara adat?
Tidak. Kini ulos banyak diolah menjadi syal, dasi, tas, dan aksesori sehari-hari. Motifnya pun lebih modern, cocok untuk hadiah atau koleksi pribadi.
4. Berapa lama bika ambon bisa bertahan?
Bika ambon segar biasanya tahan 3-5 hari di suhu ruang. Kalau disimpan di kulkas, bisa bertahan hingga seminggu lebih. Panaskan sebentar di oven atau kukus sebelum dimakan agar teksturnya kembali lembut.
5. Kopi Sidikalang cocok untuk jenis seduhan apa?
Kopi Sidikalang cocok untuk semua metode seduh: tubruk, pour over, atau espresso. Karakternya yang kuat tetap terasa meski dicampur susu atau gula aren.
Memilih oleh-oleh dari Sumatera Utara sebenarnya soal menyesuaikan selera dan kebutuhan. Yang pasti, setiap pilihan di atas punya cerita dan rasa yang tak bisa digantikan oleh oleh-oleh dari daerah lain. Jangan lupa cek langsung kondisi dan kesegaran barang sebelum membeli—karena oleh-oleh terbaik adalah yang sampai ke tangan penerima dalam kondisi prima.