MEDAN — Kepala Disdikbud Kota Medan Barli Mulia Nasution menyatakan keterlibatan orang tua menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat sejak hari pertama. Pihaknya telah menyosialisasikan konsep MPLS Ramah kepada orang tua melalui berbagai kanal, termasuk Zoom dan media sosial.
“Kita harapkan orang tua murid paham mengenai MPLS Ramah ini, sehingga anak-anak mereka merasa nyaman untuk bersekolah,” ujar Barli dalam keterangannya, Senin.
Disdikbud juga menginstruksikan seluruh SMP di bawah naungan Pemerintah Kota Medan untuk membangun budaya sekolah yang menghargai setiap peserta didik. Barli menekankan pentingnya sikap saling menghormati antara siswa baru, kakak kelas, dan guru.
“Ada budaya saling menghormati; siswa baru menghormati kakak kelasnya, kakak kelas menyayangi adiknya, dan semua menghormati guru. Intinya, ramah terhadap pendidikan,” katanya.
Barli menambahkan, pihaknya akan turun langsung ke sejumlah sekolah untuk memantau pelaksanaan MPLS Ramah. Langkah ini sekaligus memastikan seluruh ketentuan berjalan sesuai pedoman pemerintah.
Di UPT SMP Negeri 3 Medan, MPLS tahun ini diikuti 288 siswa baru. Kepala sekolah Bisri Batubara mengatakan kegiatan tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan penerapan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun).
Selain pembentukan karakter, peserta didik dibiasakan menjaga kebersihan lingkungan sekolah, seperti merawat kelas dan mematikan lampu serta kipas angin setelah kegiatan belajar selesai. Menurut Bisri, pembiasaan tersebut diharapkan membentuk siswa yang mandiri dan bertanggung jawab.
“Kami siapkan generasi yang siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045,” ujar Bisri.