MEDAN — Perum Bulog Sumatera Utara mempercepat distribusi beras SPHP ke masyarakat di tengah tekanan harga gabah yang terus merangkak naik. Kepala Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menyatakan bahwa penyaluran harian kini ditingkatkan menjadi 350 ton, dari sebelumnya yang berkisar 150 hingga 200 ton per hari.
“Pada bulan ini, kami meningkatkan penyaluran beras SPHP kepada sejumlah mitra menjadi 350 ton per hari,” ujar Budi di Medan, Selasa (14/7/2026).
Kebijakan ini dipicu oleh kondisi di hulu. Harga gabah di tingkat petani di Sumut telah mencapai Rp7.000 hingga Rp7.500 per kilogram, jauh di atas harga acuan yang ditetapkan pemerintah. Kenaikan ini terjadi karena sebagian besar wilayah belum memasuki musim panen raya.
Budi memperkirakan, musim panen baru akan berlangsung pada Agustus hingga September mendatang. “Kenaikan itu terjadi, karena saat ini belum memasuki musim panen,” jelasnya.
Bulog Sumut menyalurkan beras SPHP melalui beberapa kanal, termasuk Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), serta Gerakan Pangan Murah (GPM). Semua saluran ini dipastikan menjual beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan, yakni Rp13.100 per kilogram.
Budi mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan melakukan pembelian berlebihan. “Kami terus menyalurkan beras SPHP secara bertahap melalui jaringan pengecer resmi,” katanya.
Saat ini, Bulog Sumut menguasai stok beras sebanyak 51.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup aman dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi warga Sumatera Utara hingga delapan bulan ke depan. Cadangan ini masih berpotensi bertambah melalui pasokan tambahan dari Bulog pusat.
“Stok beras tersebut cukup aman dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Sumatera Utara hingga sekitar delapan bulan,” ucap Budi.
Langkah percepatan distribusi ini menjadi tameng bagi daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi menjelang masa paceklik. Dengan pasokan yang terjaga dan harga yang tetap di HET, diharapkan tekanan inflasi di sektor pangan dapat diredam.