Wali Kota Medan Resmi Buka MPLS Ramah untuk 288 Siswa SMP Negeri 3, Tekan Perundungan dan Kekerasan

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 23:18:32 WIB
Wali Kota Medan membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ramah bagi 288 siswa baru di UPT SMP Negeri 3 Medan, Senin (14/7).

MEDAN — Aspemsos Muhammad Sofyan membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Abdul Mu’ti dalam upacara bendera di UPT SMP Negeri 3 Medan, Jalan Pelajar, Medan Kota. Tema MPLS tahun ini adalah “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah”.

Dalam sambutannya, Sofyan menekankan bahwa sekolah yang hebat bukan hanya mengejar nilai akademik, melainkan mampu membuat siswa merasa terlindungi. “Tidak boleh ada kekerasan, tidak boleh ada perundungan (bullying), tidak boleh ada perpeloncoan, dan tidak boleh ada tindakan yang membuat teman merasa takut atau dikucilkan,” ujarnya.

Tiga Kata Sakti dan Semangat Rukun Sama Teman

Para siswa baru diajak menghidupkan semangat “Rukun Sama Teman” melalui aksi sederhana: menyapa teman baru dan mengajak bermain teman yang masih sendiri. Sofyan juga membiasakan “tiga kata sakti” yaitu Tolong, Maaf, dan Terima Kasih. “Berani melapor kepada guru jika melihat ada teman yang diperlakukan tidak baik,” tambahnya.

Pesan khusus juga disampaikan kepada para guru dan tenaga kependidikan. Menurut Sofyan, hari pertama sekolah akan diingat anak sepanjang hidupnya. Guru diminta memberikan senyuman, sapaan, dan pendampingan terbaik agar murid percaya diri sejak awal. Ia mengutip pesan Presiden RI yang mengajak siswa berkomitmen pada lima hal: beriman, menghormati orang tua dan guru, belajar sungguh-sungguh, rukun dengan teman, dan mencintai tanah air.

Kadis Pendidikan: Orang Tua Sudah Disosialisasi soal MPLS Ramah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Barli Mulia Nasution menyatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi masif kepada orang tua murid melalui media sosial, Zoom, dan media lainnya. “Kita harapkan orang tua murid paham mengenai MPLS Ramah ini, sehingga anak-anak mereka merasa nyaman untuk bersekolah,” ujar Barli.

Barli menegaskan seluruh satuan pendidikan di bawah Disdikbud Kota Medan wajib menciptakan lingkungan belajar kondusif dan bebas dari kekerasan maupun perundungan. “Ada budaya saling menghormati; siswa baru menghormati kakak kelasnya, kakak kelas menyayangi adiknya, dan semua menghormati guru. Intinya, ramah terhadap pendidikan,” jelasnya. Ia juga akan mengelilingi sejumlah sekolah lain untuk memantau langsung jalannya hari pertama MPLS Ramah.

Kurikulum Merdeka dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Kepala UPT SMP Negeri 3 Medan Bisri Batubara menjelaskan MPLS Ramah tahun ini dirancang mendukung Kurikulum Merdeka dengan fokus pada pembentukan akhlak, integritas, dan tanggung jawab siswa. “Melalui materi seperti ‘7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’ dan penerapan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun), kita ingin menanamkan karakter tersebut sejak dini,” ujar Bisri.

Sebanyak 288 siswa baru juga dilatih menumbuhkan kepedulian lingkungan secara mandiri, seperti menjaga kebersihan kelas serta membiasakan mematikan lampu dan kipas angin setelah belajar. Bisri berharap MPLS Ramah ini dapat mencetak generasi mandiri yang siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045. Upacara turut dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Adlan, Kepala BPMP Sumut Afrizal Sihotang, serta Sekretaris Disdikbud Andy Yudhistira.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: bisanews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top