MEDAN — Sepanjang paruh pertama tahun ini, KAI Divre I Sumut mengangkut 175.906 ton BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri di Sumatera Utara. Angka ini mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 12 persen dibandingkan Semester I 2025 yang hanya mencapai 157.482 ton.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyebut efektivitas angkutan berbasis rel menjadi pilar utama dalam menjaga pasokan energi tetap aman. "Dengan kapasitas angkut yang cukup besar, sekali jalan kereta api bisa membawa hingga 20 gerbong dengan frekuensi dua sampai tiga kali perjalanan sehari," ujar Anwar dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).
Memasuki paruh kedua tahun ini, tren positif terus berlanjut. Dalam kurun waktu 1 hingga 14 Juli 2026, KAI mengamankan distribusi sebesar 18.590 kilo liter BBM menggunakan total 545 gerbong ketel.
Rute pengiriman bergerak dari Stasiun Labuan di Kota Medan menuju dua Terminal BBM (TBBM) milik Pertamina, yaitu TBBM Kisaran dan TBBM Siantar. Dari kedua instalasi tersebut, pasokan energi kemudian disalurkan ke berbagai SPBU untuk memenuhi kebutuhan langsung masyarakat luas.
Anwar menambahkan, sinergi dalam rantai pasok energi ini mencakup tiga varian bahan bakar yang menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi wilayah. "Ada tiga jenis BBM yang mendukung mobilitas masyarakat yang pengangkutannya kami fasilitasi menggunakan kereta api, yaitu BioSolar, Pertamax, dan Pertalite," imbuhnya.
"Kesiapan armada dan ketepatan waktu menjadi prioritas utama kami untuk memastikan tidak terjadi kekosongan stok di daerah tujuan," tegas Anwar.
KAI Divre I Sumut menegaskan bahwa angkutan logistik berbasis rel lebih aman dari gangguan cuaca maupun kemacetan jalan raya. Hal ini menjadi keunggulan dibandingkan moda transportasi darat lainnya yang kerap terhambat kemacetan di jalur lintas Sumatera.
Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan guna meningkatkan kapasitas angkut logistik. "Kami siap memastikan bahwa ketahanan energi di Sumatera Utara tetap kokoh, sehingga roda perekonomian masyarakat dapat terus bergerak maju tanpa hambatan," pungkas Anwar.