Mentan Ajak Mahasiswa USU Kawal Swasembada Pangan, Sumut Sumbang 2,75 Juta Ton Gabah Kering Giling

Penulis: Hendrizal Satria  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 17:44:01 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan data produksi padi Sumatera Utara mencapai 2,75 juta ton gabah kering giling dalam kuliah umum di Universitas Sumatera Utara, Medan.

MEDAN — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Sumatera Utara sebagai salah satu kontributor utama keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan pada 2025. Ia mengungkapkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menempatkan lompatan sektor pertanian Indonesia di peringkat kedua terbaik di dunia setelah Brasil.

"Salah satu penyumbang terbaik swasembada ini adalah Sumatera Utara. Produksinya naik signifikan," kata Amran di hadapan mahasiswa USU, Rabu.

Rekor Produksi Padi dan Jagung Sumut

Mentan memaparkan, Sumut mencatatkan rekor produksi padi sebesar 2,75 juta ton gabah kering giling dan produksi jagung mencapai 1,2 juta ton. Capaian ini disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia.

"Bahkan saat ini, kapasitas gudang Bulog kita penuh hingga harus menyewa gudang tambahan demi menampung stok mencapai lima juta ton nasional," ujarnya.

Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara di Medan menyatakan, gudang Bulog di wilayah Sumut berkapasitas 73.000 ton telah terisi penuh. Untuk mengantisipasi peningkatan stok, Bulog menyewa gudang tambahan berkapasitas 21.000 ton.

Strategi Pompanisasi dan Drone untuk Produksi

Amran memaparkan strategi peningkatan produksi pangan melalui program pompanisasi dan modernisasi teknologi pertanian, termasuk penggunaan drone untuk penanaman. Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam memberantas praktik curang di sektor pertanian.

"Kami di Kementerian Pertanian tidak akan mundur setapak pun demi melindungi petani, dan generasi masa depan. Kita bersihkan mafia-mafia ini agar sektor pertanian kita tetap sehat dan berkelanjutan," tegas Amran.

77 Tersangka Mafia Pertanian dan Pupuk Diproses Hukum

Mentan mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 77 tersangka mafia sektor pertanian dan pupuk yang telah diproses hukum. Selain itu, belasan pegawai internal Kementerian Pertanian telah dicopot karena terlibat pelanggaran.

Ia juga menyoroti ketimpangan harga tandan buah segar sawit di tingkat petani akibat praktik under invoicing oleh oknum perusahaan yang dinilai merugikan devisa negara.

Rektor USU: Sosok Inspiratif bagi Mahasiswa

Rektor USU Prof Dr Muryanto Amin SSos MSi mengapresiasi kehadiran Menteri Pertanian di kampus tersebut. Ia menyebut Andi Amran Sulaiman sebagai figur inspiratif bagi para mahasiswa.

"Pak Mentan ini figur sangat inspiratif. Memulai kehidupan dari bawah hingga sukses menjadi akademisi, pengusaha, dan kini dipercaya menjadi Menteri yang membawa Indonesia swasembada," ungkapnya.

"Kehadiran beliau memberikan teori dan informasi nyata yang membuat kita makin kuat menghadapi tantangan global," kata Muryanto.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top