KARO — Lahan seluas beberapa hektare di Mbal-mbal Petarum, Lau Baleng, kini berubah menjadi demplot pisang barangan merah. Langkah ini diinisiasi oleh Yonif 904/Garamata sebagai bentuk pengabdian TNI AD di sektor pangan, sekaligus memperkuat kemanunggalan dengan rakyat.
Danyonif TP 904/GM, Letkol Inf. Anom Wahyu Sasmita, hadir langsung dalam penanaman bersama Camat Lau Baleng Robert W Ginting, Ketua Koperasi Lumbung Pangan Sejahtera Susi Susanti Ginting, serta penyuluh pertanian setempat. Ia menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata komitmen TNI di luar tugas pokok menjaga NKRI.
"Meskipun ini hal baru bagi kami, kami sangat optimis dengan dukungan berbagai pihak, program ini akan berhasil maksimal," ujar Letkol Inf. Anom di sela-sela peninjauan lahan.
Susi Susanti Ginting memaparkan bahwa tantangan utama petani di Karo adalah keterbatasan modal dan metode pengelolaan tradisional. Koperasi Lumbung Pangan Sejahtera hadir untuk memutus rantai masalah tersebut melalui skema kemitraan yang komprehensif.
Koperasi tidak hanya menyediakan bibit pisang barangan merah berkualitas, tetapi juga menyiapkan tiga fasilitas utama:
"Kami berkomitmen penuh menggerakkan perekonomian lokal dan mendorong kemajuan petani. Kolaborasi ini diharapkan mendongkrak hasil produksi sekaligus membuka peluang usaha baru," pungkas Susi.
Pisang barangan merah merupakan komoditas unggulan Sumatera Utara yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan adanya demplot di Lau Baleng, TNI AD dan koperasi berharap lahan percontohan ini bisa direplikasi oleh kelompok tani lain di Kabupaten Karo. Program Ketahanan Pangan (Ketapang) ini menjadi simbol sinergitas antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kedaulatan pangan jangka panjang.