TNI AD Tanam 4.000 Bibit Pisang Barangan Merah di Karo, Koperasi Siapkan Pinjaman Modal Tanpa Bunga untuk Petani

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 16:10:01 WIB
TNI AD bersama koperasi dan petani menanam 4.000 bibit pisang barangan merah di lahan demplot Mbal-mbal Petarum, Lau Baleng, Karo.

KARO — Lahan seluas beberapa hektare di Mbal-mbal Petarum, Lau Baleng, kini berubah menjadi demplot pisang barangan merah. Langkah ini diinisiasi oleh Yonif 904/Garamata sebagai bentuk pengabdian TNI AD di sektor pangan, sekaligus memperkuat kemanunggalan dengan rakyat.

Demplot Pisang Barangan: Sinergi TNI, Koperasi, dan Petani

Danyonif TP 904/GM, Letkol Inf. Anom Wahyu Sasmita, hadir langsung dalam penanaman bersama Camat Lau Baleng Robert W Ginting, Ketua Koperasi Lumbung Pangan Sejahtera Susi Susanti Ginting, serta penyuluh pertanian setempat. Ia menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata komitmen TNI di luar tugas pokok menjaga NKRI.

"Meskipun ini hal baru bagi kami, kami sangat optimis dengan dukungan berbagai pihak, program ini akan berhasil maksimal," ujar Letkol Inf. Anom di sela-sela peninjauan lahan.

Modal Tanpa Bunga dan Jaminan Pasar untuk Petani Karo

Susi Susanti Ginting memaparkan bahwa tantangan utama petani di Karo adalah keterbatasan modal dan metode pengelolaan tradisional. Koperasi Lumbung Pangan Sejahtera hadir untuk memutus rantai masalah tersebut melalui skema kemitraan yang komprehensif.

Koperasi tidak hanya menyediakan bibit pisang barangan merah berkualitas, tetapi juga menyiapkan tiga fasilitas utama:

  • Pinjaman modal tanpa bunga untuk pengadaan pupuk.
  • Pendampingan teknis dari penyuluh dan akses informasi budidaya.
  • Jaminan pasar untuk menstabilkan harga jual hasil produksi petani.

"Kami berkomitmen penuh menggerakkan perekonomian lokal dan mendorong kemajuan petani. Kolaborasi ini diharapkan mendongkrak hasil produksi sekaligus membuka peluang usaha baru," pungkas Susi.

Mengapa Pisang Barangan Merah Dipilih untuk Ketahanan Pangan?

Pisang barangan merah merupakan komoditas unggulan Sumatera Utara yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan adanya demplot di Lau Baleng, TNI AD dan koperasi berharap lahan percontohan ini bisa direplikasi oleh kelompok tani lain di Kabupaten Karo. Program Ketahanan Pangan (Ketapang) ini menjadi simbol sinergitas antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kedaulatan pangan jangka panjang.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: analisadaily.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top