Argentina Gagal Patahkan Kutukan Juara Bertahan Usai Kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Senin, 20 Juli 2026 | 06:45:01 WIB
Pemain Argentina terlihat berusaha merebut bola dari penguasaan pemain Spanyol dalam laga final Piala Dunia 2026 di New Jersey.

SUMATERA UTARA — Bermain di New Jersey, La Albiceleste tampil tanpa daya sepanjang 120 menit. Mereka bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran. Gol Ferran Torres di menit ke-106 babak extra time sudah cukup untuk memastikan Spanyol meraih gelar juara dunia kedua mereka setelah edisi 2010.

Rekor Buruk Juara Bertahan di Era Trofi Modern

Kekalahan ini membuat Argentina masuk dalam daftar panjang negara yang gagal mempertahankan gelar di era trofi Piala Dunia saat ini. Sejak trofi Jules Rimet digantikan pada 1974, belum ada satu pun tim yang mampu juara dua edisi beruntun.

Brasil menjadi negara terakhir yang melakukannya pada 1958 dan 1962. Sebelumnya, Italia juga mencatatkan prestasi serupa di 1934 dan 1938.

Argentina sendiri sudah tiga kali nyaris mematahkan kutukan ini. Mereka gagal di final 1990, Brasil di final 1998, dan Prancis di final 2022. Kini Argentina di edisi 2026 resmi menambah daftar tim yang kandas selangkah lagi.

Spanyol Dominan, Argentina Tanpa Peluang

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Spanyol. La Furia Roja menciptakan banyak peluang namun baru bisa memecah kebuntuan di menit 106. Ferran Torres menjadi pahlawan dengan gol yang memastikan trofi kedua Spanyol sepanjang sejarah.

Argentina, sebaliknya, mencatatkan rekor memalukan: nol tembakan tepat sasaran selama 120 menit. Lionel Messi dan kawan-kawan tak mampu menembus pertahanan rapat Spanyol yang dikomandoi Unai Simon.

Daftar Finalis yang Gagal Pertahankan Gelar

Berikut negara yang kalah di final saat berstatus juara bertahan Piala Dunia:

  • Argentina (1990) — kalah 0-1 dari Jerman Barat
  • Brasil (1998) — kalah 0-3 dari Prancis
  • Prancis (2022) — kalah adu penalti dari Argentina
  • Argentina (2026) — kalah 0-1 dari Spanyol

Bagi Spanyol, gelar ini menjadi pembuktian setelah sempat mengalami masa transisi pasca-era emas 2010. Ferran Torres, yang sempat diragukan tampil karena cedera, sukses menjadi penentu di laga puncak.

Argentina harus menunggu setidaknya empat tahun lagi untuk mencoba lagi. Kutukan juara bertahan di Piala Dunia masih terus berlanjut.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top