Pemprov Sumut Maksimalkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Dini 48.319 Kasus TB yang Belum Terjangkau

Penulis: Syahrul Karim  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 21:56:31 WIB
kasus Tuberkulosis di Sumatera Utara diperkirakan belum terdeteksi dan berpotensi menular di masyarakat.

MEDAN — Sebanyak 48.319 kasus Tuberkulosis di Sumatera Utara diperkirakan masih belum terdeteksi dan berpotensi menular di lingkungan masyarakat. Kondisi ini mendorong Dinas Kesehatan Provinsi Sumut untuk menggencarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai alat skrining massal.

Angka Temuan Baru Capai 35 Persen dari Target

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Faisal Hasrimy, mengungkapkan bahwa dari total 74.319 estimasi kasus TB di wilayahnya, baru 26 ribu yang berhasil ditemukan. Artinya, masih ada celah besar dalam upaya deteksi dini.

“Program CKG menjadi pintu masuk untuk memperluas skrining TB sehingga dapat ditemukan lebih dini di masyarakat,” ujar Faisal saat meninjau pelaksanaan skrining TB terintegrasi di Medan, Selasa.

Strategi Pemprov: Perkuat Tenaga Kesehatan dan Sosialisasi

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Pemprov Sumut tidak hanya mengandalkan program CKG. Faisal menyebut pihaknya akan memperkuat seluruh tenaga kesehatan dari tingkat provinsi hingga puskesmas dan posyandu.

“Kami juga gencar melakukan sosialisasi serta memperluas upaya pemutusan rantai penyakit TB,” sebut dia. Edukasi pemahaman kepada masyarakat menjadi prioritas agar warga tidak ragu untuk memeriksakan diri.

Koordinasi dengan Pusat untuk Dukungan Tambahan

Dalam mengoptimalkan penurunan angka TB, Dinkes Sumut akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat. Tujuannya untuk mendapatkan dukungan logistik, obat, dan tenaga medis yang diperlukan.

“Kami sebelumnya telah gencar melakukan skrining TB di berbagai lokasi. Tetapi, kegiatan itu akan terus kami gencarkan dengan berkoordinasi dengan pembantu kebijakan terkait,” ujar Faisal. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat target eliminasi TB di Sumatera Utara.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top