GUNUNGSITOLI — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen memperkuat fasilitas dan sumber daya manusia di RSUD dr M Thomsen Nias. Rumah sakit tipe C ini menjadi satu-satunya rujukan utama bagi warga di lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias.
Wagub Surya, didampingi Bupati Nias Ya'atulo Gulo, meninjau langsung sejumlah ruang rawat inap dan peralatan medis di rumah sakit tersebut. Ia mengakui kapasitas 230 tempat tidur dan beberapa alat medis, termasuk CT Scan, dinilai cukup memadai.
"Saya melihat tadi ada peralatan medis yang bagus, termasuk CT Scan. Jadi dokter bisa tahu apakah ada masalah di dalam tubuh, seperti sistem saraf. Saya sudah pernah diperiksa pakai ini," kata Surya dalam agenda Berkantor di Kepulauan Nias.
Di balik penilaian positif itu, Direktur RSUD dr M Thomsen Nias Noferlina Zebua mengungkapkan kondisi sebenarnya. Alat CT Scan yang dimiliki rumah sakit sudah tidak berfungsi, memaksa pasien yang membutuhkan pemeriksaan penunjang diagnostik harus dirujuk ke luar Pulau Nias.
"Harapan kami pak, kalau bisa pemerintah provinsi bisa membantu perbaikannya. Karena alatnya itu harganya Rp2 miliar. Kami juga berharap dukungan dokter spesialis, perawat yang mengikuti pelatihan khusus, dan logistik kesehatan ke Nias," ujar Noferlina.
Wagub Surya menegaskan penguatan fasilitas rumah sakit menjadi prioritas pembangunan Pemprov Sumut, khususnya di Kepulauan Nias yang masuk kawasan 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Ia membawa pesan Gubernur Bobby Afif Nasution agar masyarakat Nias tidak perlu lagi dirujuk ke luar pulau untuk mendapatkan layanan kesehatan berkualitas.
"Saya membawa pesan bapak gubernur. Beliau ingin memastikan Nias ini keluar dari zona daerah tertinggal. Itu juga janji politik harus kita penuhi. Walau tidak bisa sekaligus, tetapi bertahap karena harus memerhatikan daerah lain juga," katanya.
Surya juga berpesan kepada jajaran RSUD untuk mengedepankan pelayanan ramah, profesional, dan berintegritas. Menurutnya, kualitas pelayanan menjadi faktor utama membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.
Bupati Nias Ya'atulo Gulo menambahkan, saat ini lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias telah memiliki rumah sakit, termasuk rumah sakit swasta di Kota Gunungsitoli. Kondisi ini memicu persaingan pelayanan kesehatan yang semakin ketat antara RSUD dan rumah sakit swasta.
Ia mengungkapkan, pemerintah pusat meminta agar RSUD dr M Thomsen Nias diserahkan dari Pemerintah Kabupaten Nias ke Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Pemprov Sumut.
"Kami sampaikan dari pusat meminta Kabupaten Nias menyerahkan RSUD dr M Thomsen ke Pemkot Gunungsitoli, melalui Pemprov Sumut. Kami sendiri bersedia, tinggal tunggu prosesnya dan kesiapan pemkot untuk mengelola ini, termasuk SDM," kata Ya'atulo.