GUNUNGSITOLI — Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya ingin mengangkat Museum Pusaka Nias menjadi ikon wisata sejarah yang diakui dunia. Menurutnya, peradaban kuno masyarakat Nias yang masih terawat di museum itu layak menjadi kebanggaan nasional.
"Ternyata Nias ini dalam sejarah tercatat di mancanegara. Kami akan bawa ini untuk ditularkan kepada generasi muda di luar Kepulauan Nias," ujar Surya didampingi Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti dan Wali Kota Gunungsitoli Sowa'a Laoli.
Direktur Museum Pusaka Nias, Nata'alui Duha, menjelaskan bahwa Kepulauan Nias secara historis terbagi menjadi dua kawasan budaya besar: Nias Utara dan Nias Selatan. Perbedaan itu tampak dari bentuk rumah adat hingga dialek bahasa.
"Kalau di Selatan, bentuk rumahnya segi empat. Sedangkan di Utara itu oval. Bahasanya juga agak berbeda di sini (Utara) dan di Telukdalam. Jadi jauh sebelum ada pemekaran kabupaten/kota, Nias ini satu dan terbagi antara Utara dan Selatan," jelas Nata.
Di dalam museum, tersimpan pula catatan sejarah kelam masyarakat Nias pada era kolonial. Nata mengungkapkan bahwa sejumlah warga Nias pernah dijadikan objek penelitian oleh ilmuwan Belanda dengan cara yang memaksa.
"Wajah mereka dicetak menggunakan bahan gipsum yang ditempelkan selama berjam-jam, kemudian hasil cetakannya dibawa ke Belanda sebagai bahan penelitian. Jadi ini sejarah bagaimana orang Nias dijadikan bahan riset, tetapi caranya dipaksa dan terkesan disiksa," ujarnya sambil menunjuk puluhan foto wajah warga yang dipajang di dinding museum.
Wagub Surya menegaskan bahwa pelestarian museum ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah kota maupun provinsi. Ia akan menyampaikan rencana pengembangan ini kepada Gubernur Sumut Bobby Nasution.
"Ini tanggung jawab Pak Wali Kota untuk menjaganya. Begitu juga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara punya kewajiban untuk menjaga dan melestarikan ini. Sekaligus nanti harapan ini akan kami bawa dan sampaikan kepada Bapak Gubernur Bobby Nasution," katanya.
Langkah ini disebut sejalan dengan kebijakan Gubernur Bobby Nasution yang tengah berkantor di Kepulauan Nias selama sepekan. Program itu bertujuan mempercepat pembangunan dan menghapus status daerah tertinggal di Nias.
"Ini adalah tekad kami bersama, dan Pak Gubernur sudah sepekan di sini. Dan kami saling bergantian. Semoga tidak ada lagi nanti daerah yang tertinggal di Kepulauan Nias," jelas Surya.
Museum Pusaka Nias menyimpan berbagai peninggalan sejarah dan budaya yang dinilai memiliki nilai tinggi. Pelestariannya, menurut Surya, menjadi kunci agar warisan ini bisa terus diwariskan ke generasi mendatang sekaligus menjadi daya tarik wisata unggulan Sumatera Utara.