MEDAN — Pemerintah Kota Medan tidak hanya meminta, tetapi juga menjamin kualitas produk UMKM yang akan masuk ke rak-rak Indomaret. Seluruh produk wajib lolos kurasi, memiliki izin BPOM, dan mengantongi sertifikasi halal. “UMKM itu adalah karakter dan identitas kota ini,” tegas Rico Waas di hadapan jajaran manajemen.
Angka tersebut dinilai masih jauh dari potensi yang dimiliki Medan. Selama ini, banyak produk lokal yang belum memenuhi standar ritel modern, mulai dari kemasan hingga legalitas usaha. Pemerintah kota berkomitmen mendampingi pelaku UMKM agar naik kelas dan lolos seleksi.
Dengan tambahan kuota 5 persen, diharapkan lebih banyak produk khas Medan seperti bika ambon, kopi, dan kerajinan tangan bisa bersaing di etalase nasional.
Pertemuan tersebut juga membahas agenda Indomaret Fun Run 2026 yang akan digelar di Lapangan Benteng pada 2 Agustus mendatang. Antusiasme warga sangat tinggi—seluruh 6.000 kuota peserta ludes dalam waktu kurang dari sepekan.
Wali Kota mengingatkan panitia untuk memprioritaskan keselamatan. Ia langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan menyiagakan tim medis dan mobil ambulans di sepanjang rute lari sepanjang 4,8 kilometer itu.
Branch Manager Indomaret, Yonanta Kusuma, menyambut baik arahan tersebut. Pihaknya memastikan ajang ini tidak sekadar olahraga. Panitia menyediakan stan-stan UMKM lokal untuk mempromosikan produk unggulan warga, ditambah hiburan dan pembagian hadiah undian.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sektor swasta bisa menjadi jembatan bagi UMKM untuk menembus pasar modern. Melalui event ini, masyarakat bisa berolahraga sambil berbelanja produk tetangga sendiri.
“Kami pastikan ajang ini tidak hanya fokus pada kegiatan lari, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal,” ujar Yonanta.