Kelangkaan Semen di Sumut Tembus Rp85 Ribu per Sak, Pemborong Keluhkan Proyek Tersendat dan Biaya Membengkak

Penulis: Syahrul Karim  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:55:31 WIB

MEDAN — Selama dua bulan terakhir, pasokan semen di sejumlah wilayah Sumatera Utara mengalami gangguan parah. Harga berbagai merek melambung jauh dari kisaran normal Rp50 ribu–Rp60 ribu per sak, kini menembus Rp85 ribu per sak, baik untuk Semen Padang, Tiga Roda, maupun merek lainnya.

Syawal Harahap, seorang pemborong pekerjaan konstruksi rumah di Medan, mengungkapkan kesulitan mendapatkan semen di pasaran. “Sudah sekitar dua bulan kami sangat kesulitan mendapatkan semen. Kalau pun ada, harganya sudah mencapai Rp85 ribu per sak, baik Semen Padang, Tiga Roda maupun merek lainnya. Padahal sebelumnya masih berkisar Rp50 ribu sampai Rp60 ribu,” ujarnya kepada wartawan di Medan, Jumat (24/7).

Ia menambahkan, kondisi ini menghambat beberapa proyek pembangunan rumah yang dikerjakan. Biaya konstruksi membengkak, sementara target pengerjaan terus meleset.

Daerah Lain Ikut Terdampak, Pasokan Anjlok hingga 50 Persen

Kelangkaan tidak hanya melanda Kota Medan. Di Kota Tanjungbalai, pasokan distributor merosot hingga 50 persen dalam dua pekan terakhir. Semen Merah Putih dan Tiga Roda menjadi merek yang paling sulit diperoleh. Harga Semen Merah Putih berkisar Rp55 ribu–Rp60 ribu per sak, sedangkan Tiga Roda mencapai sekitar Rp66 ribu, bahkan di sejumlah toko tembus Rp80 ribu.

Sementara di kawasan Medan Utara, para pemilik panglong mengeluhkan berkurangnya pasokan Semen Andalas, Tiga Roda, dan Semen Padang. Semen Merah Putih masih tersedia, namun jumlahnya terbatas. Di Kabupaten Langkat, stok distributor terus menipis sehingga harga ikut naik: Semen Merah Putih dijual Rp55 ribu–Rp60 ribu per sak, Tiga Roda sekitar Rp66 ribu.

Empat merek yang paling banyak mengalami kelangkaan di berbagai daerah adalah Semen Merah Putih, Semen Tiga Roda, Semen Andalas, dan Semen Padang.

Desakan Usut Dugaan Penimbunan Semen

Syawal mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera mengambil langkah konkret menelusuri penyebab terganggunya distribusi. Ia juga meminta asosiasi kontraktor turut mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi agar pasokan kembali normal.

Lebih tegas, ia mendesak aparat penegak hukum menyelidiki dugaan praktik penimbunan oleh oknum yang sengaja memanfaatkan situasi kelangkaan. “Kalau memang ada penimbunan, harus segera diusut. Jangan sampai masyarakat dan pelaku usaha terus menjadi korban akibat permainan oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemprov Sumut maupun distributor semen terkait langkah penanganan kelangkaan yang berkepanjangan ini.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: matabangsa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top