Pencarian

Pemprov Sumut Targetkan Asahan, Tanjungbalai, dan Labura Bebas Pasung ODGJ, Tim Jemput Pasien ke Rumah

Rabu, 22 Juli 2026 • 09:59:31 WIB
Pemprov Sumut Targetkan Asahan, Tanjungbalai, dan Labura Bebas Pasung ODGJ, Tim Jemput Pasien ke Rumah
Tim Jemput Bola RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Sumut menjemput pasien ODGJ yang dipasung di rumah keluarga di Asahan, Tanjungbalai, dan Labuhanbatu Utara.

MEDAN — Praktik pemasungan terhadap ODGJ masih terjadi di Sumatera Utara. Kini, Pemprov Sumut melalui RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem bergerak menjemput bola. Tiga kabupaten/kota menjadi prioritas pertama: Asahan, Tanjungbalai, dan Labuhanbatu Utara.

Direktur RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Sumut, Sri Suriani Purnamawati, mengatakan tim akan langsung turun ke lapangan. “Minggu ini kita coba untuk turun ke daerah mengatasi masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ yang dipasung pihak keluarganya. Selama ini mereka dipasung supaya tidak mengganggu, tidak meresahkan masyarakat, padahal itu dilarang dan tidak dibenarkan,” ujar Sri dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (16/7/2026).

Layanan Jemput Bola dan Rehabilitasi Psikososial

Salah satu kendala utama penanganan ODGJ adalah transportasi. Pasien tidak memungkinkan menggunakan angkutan umum, sementara ambulans berbayar. Untuk mengatasinya, RSJ bekerja sama dengan Baznas membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang mengelola zakat, infak, dan sedekah untuk pengadaan kendaraan operasional.

“Kerja sama ini membuat program daycare lebih masif. Masyarakat merasa nyaman jika keluarganya yang ODGJ dijemput dan diantar kembali. Saat ini masih satu mobil, kita terus membuka donasi, mudah-mudahan mobil transportasi ini bisa bertambah,” kata Sri.

Pasien yang dijemput akan mengikuti program rehabilitasi psikososial atau daycare di RSJ. Program ini bertujuan membangun kemandirian pasien melalui aktivitas harian. “Rehabilitasi psikososial itu penting untuk ODGJ karena bertujuan membentuk kebiasaannya setiap hari dia melakukan aktivitas apa saja. Makanya kita berikan layanan ini di mana pasien pagi diantar dan sore dijemput keluarganya,” jelas Sri.

Pasien Diajari Menanam Sayur hingga Membuat Sabun

Selama mengikuti daycare, pasien tidak hanya duduk diam. Mereka menjalani pembinaan kerohanian, pengajian, melukis, serta pelatihan keterampilan membuat sabun cuci piring, eco enzyme, dan karbol. Hasil karya pasien bahkan dipamerkan dan dipasarkan di stan RSJ pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50.

“Pasien juga kita beri pelatihan menanam sayuran seperti kangkung, pakcoi dan kami ajarkan budidaya magot. Karena di RSJ ada instalasi gizi yang memiliki limbah organik, kami buat magot dan beternak ayam petelur yang satu kandang 15 ekor,” ujar Sri.

Melalui 20 kali kunjungan daycare, pasien diharapkan mampu membangun kebiasaan positif sehingga bisa kembali beraktivitas dan berkomunikasi dengan keluarga. “Stigma kita selama ini bahwa orang dengan gangguan jiwa itu tidak bisa melakukan apa-apa, itu tidak benar. Sebab gangguan jiwa tidak mengubah dan tidak mengurangi kecerdasan. Sifat agresif dan halusinasinya bisa ditekan dengan obat-obatan sehingga mereka tetap bisa beraktivitas kembali,” terang Sri.

Deteksi Dini Kesehatan Mental Anak Sekolah

Selain program bebas pasung, RSJ juga akan menjalankan program deteksi dini kesehatan mental bagi anak sekolah. Langkah ini untuk menemukan lebih awal Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) agar penanganan, termasuk terapi, bisa dilakukan lebih cepat.

“Kalau ada anak dan remaja yang mengalami masalah kejiwaan mungkin karena beban tugas di sekolah yang tinggi bisa datang ke RSJ untuk mendapatkan layanan kesehatan langsung dengan dokter psikiatri khusus untuk anak dan remaja,” kata Sri.

186 ODGJ Sudah Ditangani, Dua Masih Dipasung di Tanjungbalai

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumut, Hery Valona Bonatua Ambarita, menyebutkan hingga saat ini sebanyak 186 ODGJ yang tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumut telah mendapatkan penanganan. Program ini merupakan bagian dari Universal Health Coverage (UHC), Program Berobat Gratis (PROBIS), dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut.

“Masyarakat yang terpasung akan kita bawa ke RS Jiwa, seperti di Tanjung Balai dari lima orang yang terpasung tinggal dua orang lagi yang keluarganya belum bersedia. Padahal, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) harus dibawa ke RS Jiwa untuk mendapatkan pelayanan yang standar,” kata Hery.

Bagikan
Sumber: koranmedan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks