Justin Hubner Belum Gabung TC Timnas, PSSI Kejar Izin Fortuna Sittard untuk Piala AFF 2026

Penulis: Syahrul Karim  •  Senin, 27 Juli 2026 | 07:34:31 WIB
Justin Hubner belum bergabung dengan pemusatan latihan timnas Indonesia karena Fortuna Sittard belum mengeluarkan izin resmi untuk Piala AFF 2026.

SUMATERA UTARA — Justin Hubner menjadi satu-satunya pemain dari 26 nama yang dipanggil pelatih John Herdman yang belum bergabung dengan pemusatan latihan timnas Indonesia. Penyebabnya, Fortuna Sittard belum mengeluarkan izin resmi untuk pemain berusia 21 tahun itu.

Faktor Non-FIFA: Klub Berhak Tahan Pemain

Turnamen Piala AFF 2026 tidak masuk dalam kalender resmi FIFA. Kondisi ini membuat klub—terutama yang berbasis di Eropa—tidak wajib melepas pemainnya. Ketua BTN PSSI, Sumardji, mengakui situasi ini rumit.

“Kami masih menunggu update dari klubnya. Karena ini agenda di luar FIFA, akan sulit kalau timnya tidak mengizinkan,” ujar Sumardji kepada awak media, Selasa (23/7).

Meski begitu, PSSI terus menjalin komunikasi dengan manajemen Fortuna Sittard. “Sampai hari ini kami komunikasikan, intinya kami berharap Justin bisa bergabung,” tambahnya.

PSSI Yakin 26 Pemain Cukup Meski Tanpa Hubner

Di tengah ketidakpastian, Sumardji menegaskan skuad yang ada sudah memadai. “Sementara 26 pemain yang ada sudah cukup,” katanya tegas. Ia menekankan fokus tim tidak terganggu oleh absennya Hubner.

Persiapan timnas Indonesia disebut berjalan positif. “Alhamdulillah semua pemain bekerja keras, dari TC satu bulan sampai sekarang menunjukkan perkembangan yang menggembirakan,” ujar Sumardji.

Laga Perdana Vs Kamboja, 27 Juli di Pakansari

Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Kamboja, Singapura, Vietnam, dan Timor Leste. Laga pembuka akan berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7) melawan Kamboja.

Jika izin tak kunjung keluar, John Herdman harus meramu komposisi bek tengah tanpa Justin Hubner. Namun dengan persiapan yang disebut Sumardji berjalan baik, PSSI optimistis tim tetap bisa tampil kompetitif di turnamen dua tahunan ini.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top