Peringati Hari Mangrove Sedunia, Pertamina EP Pangkalan Susu Tanam 2.500 Bibit Bakau di Pesisir Langkat

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Senin, 27 Juli 2026 | 21:52:31 WIB
Pertamina EP Pangkalan Susu menanam 2.500 bibit bakau di kawasan edu dan ekowisata mangrove Pasar Rawa, Langkat, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia.

LANGKAT — Kawasan edu dan ekowisata mangrove di Pasar Rawa selama ini berfungsi sebagai laboratorium alam bagi mahasiswa, peneliti, dan organisasi lingkungan. Keberadaan hutan bakau di titik ini dinilai krusial untuk menahan abrasi yang mengancam pemukiman dan lahan produktif di pesisir timur Sumatera Utara.

Ekosistem Mangrove: Tameng Abrasi dan Sumber Ekonomi Warga

Ketua KTH Penghijauan Maju Bersama, Kasto Wahyudi, menyebut penanaman rutin seperti ini memperkuat fungsi perlindungan kawasan pesisir. Menurutnya, akar mangrove mampu meredam hantaman gelombang besar sekaligus menjadi habitat alami ikan, kepiting, dan udang yang menopang penghasilan nelayan setempat.

“Kegiatan memperingati Hari Mangrove Sedunia ini dapat berjalan rutin dan terus bersinergi dalam menjaga lingkungan dan mengembangkan Kawasan Edu dan Eko wisata ini untuk lebih maju,” ujarnya.

Kasto menambahkan, tahun sebelumnya sebanyak 5.800 pohon telah ditanam di lokasi yang sama. Artinya, total bibit yang sudah ditanam di Pasar Rawa kini mencapai 8.300 pohon dalam dua tahun terakhir.

Komitmen Perusahaan: Operasi Hulu Migas yang Ramah Lingkungan

Field Manager PEP Pangkalan Susu, Edwin Susanto, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove tidak hanya soal menyelamatkan ekologi. Ia mengaitkan program ini dengan keberlanjutan operasi hulu migas di Sumut.

“Mangrove sangat penting untuk ekologi dan ekonomi masyarakat,” kata Edwin.

Menurutnya, lewat program PPM, perusahaan ingin memastikan bahwa kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan. PEP Pangkalan Susu merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 yang beroperasi di bawah koordinasi SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara.

Harapan: Menanam Jadi Gaya Hidup Masyarakat Pesisir

PEP Pangkalan Susu Field berharap aksi penanaman ini bisa memantik kesadaran kolektif yang berkelanjutan. Tidak hanya sekadar seremonial tahunan, perusahaan mendorong agar gerakan menjaga, merawat, dan menanam mangrove menjadi kebiasaan warga pesisir.

“Penanaman 2.500 bibit mangrove ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina EP dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi gerakan bersama untuk menjaga kelestarian pesisir bagi generasi mendatang,” pungkas Edwin.

Program PPM PEP Pangkalan Susu sendiri mencakup bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan tanggap bencana. Di sektor lingkungan, pengembangan kawasan ekowisata mangrove di Pasar Rawa dinilai menjadi salah satu unggulan yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: harianstar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top