IHSG Menguat 0,59 Persen ke Level 6.272 Jelang Rilis Data PDB Kuartal II, Sektor Energi Pimpin Penguatan

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 10:30:01 WIB
IHSG menguat 0,59 persen ke level 6.272 pada pembukaan perdagangan Senin (3/8/2026) jelang rilis data PDB kuartal II.

JAKARTA — Pasar modal Indonesia memulai pekan ini dengan langkah percaya diri. IHSG langsung melesat 0,59 persen ke posisi 6.272 begitu bel pembukaan perdagangan dibunyikan Senin (3/8/2026) pagi. Aksi borong saham ini terjadi di saat para pelaku pasar tengah menanti rilis resmi data pertumbuhan ekonomi nasional untuk kuartal kedua tahun ini.

Setelah berjalan semenit, penguatan IHSG sedikit terkoreksi namun tetap bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,21 persen ke level 6.249. Data perdagangan mencatat nilai transaksi awal telah mencapai Rp 612 miliar dengan volume 1,3 miliar lembar saham yang berpindah tangan.

Energi dan Bahan Baku Pimpin Penguatan Sektoral

Dari sisi sektoral, tekanan beli terlihat dominan. Delapan dari sebelas sektor industri tercatat menguat, dipimpin sektor energi, bahan baku, dan properti. Sektor teknologi serta infrastruktur juga turut memberikan kontribusi positif terhadap laju indeks.

Kondisi berbeda dialami tiga sektor yang justru melemah pada awal perdagangan ini, yakni sektor keuangan, transportasi, dan kesehatan. Pelemahan ini menjadi catatan tersendiri di tengah sentimen positif yang menyelimuti mayoritas pasar.

LQ45 dan JII Kompak Menghijau

Indeks-indeks unggulan pun kompak berada di teritori positif pada pembukaan hari ini. LQ45 menguat 0,31 persen ke level 623, disusul JII yang naik 0,53 persen ke posisi 371. IDX30 juga mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,19 persen ke level 350, sementara MNC36 menjadi satu-satunya indeks acuan yang stagnan di level 270.

Top Gainers: Saham Konstruksi hingga Teknologi Hiburan

Di jajaran saham paling aktif diperdagangkan, tiga emiten menonjol sebagai top gainers. Indo Premier Investment Management memimpin penguatan, diikuti oleh PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) dan PT Apollo Global Interactive Tbk (BOGA).

Kenaikan saham konstruksi seperti JKON kerap menjadi indikator sentimen positif terhadap prospek pembangunan infrastruktur dalam negeri, sementara saham teknologi hiburan seperti BOGA menunjukkan minat investor pada sektor konsumer digital.

Tiga Sektor Jadi Pemberat di Awal Perdagangan

Di sisi berlawanan, posisi top losers dihuni oleh Batavia Prosperindo Aset Manajemen, PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH), dan PT Super Energy Tbk (SURE). Pelemahan saham-saham ini terjadi di tengah aksi rotasi portofolio investor yang mulai memindahkan dana ke sektor-sektor yang dianggap lebih diuntungkan oleh kondisi makroekonomi terbaru.

Fokus pasar kini tertuju pada publikasi data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2026 yang dijadwalkan rilis pekan ini. Angka pertumbuhan ekonomi tersebut akan menjadi acuan utama bagi investor untuk menentukan arah kebijakan investasi hingga akhir tahun.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: bitvonline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top