SUMATERA UTARA — Tekanan besar menghantam skuat Garuda jelang pertandingan pamungkas fase grup. Hasil imbang atau kekalahan di Singapura akan memupus harapan Thom Haye dkk melaju ke babak semifinal, sekaligus mengulang kegagalan di edisi-edisi sebelumnya.
Data head-to-head menunjukkan betapa beratnya misi Timnas Indonesia. Dari delapan pertemuan di Singapura sejak 2002, tuan rumah memenangi empat laga, tiga lainnya berakhir imbang, dan hanya satu kemenangan yang bisa dibawa pulang Tim Merah Putih.
Satu-satunya kemenangan itu lahir di leg kedua semifinal Piala AFF 2020. Saat itu, Indonesia menang dramatis 4-2 lewat babak perpanjangan waktu. Namun, sejarah panjang itu justru menjadi pengingat bahwa Singapura hampir mustahil dikalahkan di hadapan publiknya sendiri.
Empat kekalahan dan tiga hasil seri dari delapan lawatan membuat laga ini lebih dari sekadar ujian taktik. Ini ujian mental bagi para pemain muda Indonesia.
Persaingan di Grup A berlangsung ketat. Indonesia berada di posisi ketiga dengan koleksi enam poin, tertinggal satu angka dari Vietnam di puncak dan Singapura di peringkat kedua. Artinya, hanya kemenangan yang mengubah status Indonesia dari pengejar menjadi pemuncak grup.
Kekalahan atau hasil imbang akan membuat langkah Garuda terhenti. Situasi ini memaksa John Herdman bermain agresif sejak menit awal, sebuah perubahan pola yang jarang terlihat dari tim asuhannya di fase grup.
Timnas Indonesia tidak punya banyak waktu untuk mempersiapkan diri. Skuad dijadwalkan terbang ke Singapura pada Rabu (5/8/2026) pukul 15.35 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta. Rombongan diperkirakan tiba di Bandara Changi kurang dari dua jam kemudian.
Mitchell Baker dan kolega hanya punya satu sesi latihan resmi di lokasi pertandingan sebelum laga penentu. Padatnya jadwal membuat pemulihan fisik menjadi faktor krusial, apalagi melawan tim tuan rumah yang sudah terbiasa dengan iklim dan lapangan di Jalan Besar.
Secara kualitas, Indonesia tidak kalah dari Singapura. Masalahnya, rekor tandang yang buruk kerap mempengaruhi kepercayaan diri pemain. Jika lini tengah yang digalang Thom Haye mampu menguasai ritme permainan, peluang memecah kebuntuan di kandang lawan terbuka lebar.
Singapura dipastikan tampil dengan pertahanan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat. Strategi itu sudah terbukti efektif membuat Indonesia frustrasi dalam beberapa pertemuan terakhir. Kini, pertanyaannya: sanggupkah Garuda mematahkan kutukan di Stadion Jalan Besar?