MEDAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mencatat 272 kejadian bencana alam di wilayahnya selama Januari hingga Juli 2026. Angka tersebut tersebar di 33 kabupaten/kota dan didominasi oleh bencana hidrometeorologi.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati menyebut cuaca ekstrem menjadi bencana paling tinggi dengan 95 kejadian. Disusul tanah longsor sebanyak 75 kejadian dan banjir di posisi ketiga dengan 67 kejadian.
"Berdasarkan catatan sebanyak 272 bencana terjadi di Sumut sejak Januari hingga Juli 2026," ujar Sri Wahyuni di Medan, Selasa.
Kebakaran Hutan dan Lahan Capai 32 Kejadian
Selain tiga jenis bencana utama tersebut, BPBD Sumut juga mencatat kebakaran hutan dan lahan sebanyak 32 kejadian. Kekeringan terjadi dua kali dan satu kejadian bencana non-alam turut mendominasi catatan selama periode yang sama.
Data ini merupakan akumulasi laporan dari pusat pengendalian operasi penanggulangan bencana (PUSDALOPS) di masing-masing daerah. Seluruh laporan kemudian diinput ke aplikasi yang disediakan oleh BPBD Provinsi.
Deliserdang Paling Terdampak, Disusul Dairi dan Tapanuli Tengah
Kabupaten Deliserdang mencatatkan diri sebagai wilayah dengan frekuensi bencana tertinggi, yakni 30 kejadian. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Dairi dengan 19 kejadian, Kabupaten Tapanuli Tengah 17 kejadian, dan Kabupaten Mandailing Natal 16 kejadian.
Kota Gunungsitoli mencatat 15 kejadian, disusul Kabupaten Langkat 14 kejadian, serta Kabupaten Tapanuli Utara 12 kejadian. Kabupaten Pakpak Bharat dan Kota Sibolga masing-masing mencatat 11 kejadian selama periode Januari hingga Juli 2026.
Wilayah dengan Bencana Terendah Hingga yang Tidak Terdampak
Di sisi lain, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Simalungun masing-masing mencatat 10 kejadian. Kota Medan dan Padang Lawas Utara sama-sama mencatat sembilan kejadian, sementara Kota Binjai serta Kabupaten Nias Selatan masing-masing tujuh kejadian.
Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Kota Pematangsiantar tercatat masing-masing enam kejadian. Kabupaten Batubara dan Serdang Bedagai mencatat lima kejadian, disusul Kota Tanjungbalai empat kejadian.
Kabupaten Asahan dan Tapanuli Selatan masing-masing tiga kejadian, Kabupaten Nias Utara dua kejadian, serta Kabupaten Nias Barat dan Kota Tebingtinggi satu kejadian. Sejumlah kabupaten/kota lain tidak tercatat mengalami bencana alam dalam periode tersebut.
BPBD Sumut mengimbau pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan, terutama di wilayah dengan topografi rawan longsor dan banjir.