Pencarian

Normalisasi Sungai di Lamongan Dilanjutkan, 113 Hektare Sawah Menunggu Suplai Air

Rabu, 26 Agustus 2026 • 20:40:02 WIB
Normalisasi Sungai di Lamongan Dilanjutkan, 113 Hektare Sawah Menunggu Suplai Air
Normalisasi Sungai di Lamongan Dilanjutkan, 113 Hektare Sawah Menunggu Suplai Air

Lamongan – Pada Senin (24/8), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bakal melanjutkan normalisasi Sungai Deket dan pemompaan air dari Sungai Bengawan Solo menuju Sungai Blawi. Langkah ini merupakan bagian dari percepatan penanganan kekeringan yang melanda areal persawahan di Daerah Irigasi (DI) Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Sejauh ini, upaya tersebut telah membuahkan hasil dengan teralirinya sekitar 426,80 hektare lahan dari total 539,80 hektare yang terdampak. Masih ada sekitar 113 hektare sawah di bagian hilir yang belum menerima pasokan air, sehingga normalisasi dan pemompaan akan diteruskan.

Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Gatut Bayuadji, total areal persawahan yang terdampak kekeringan di DI Bengawan Jero mencapai 539,80 hektare. "Dari total areal persawahan seluas 539,80 hektare yang terdampak kekeringan di DI Bengawan Jero, hingga saat ini sekitar 426,80 hektare telah berhasil terairi. Saat ini, masih terdapat sekitar 113 hektare sawah di bagian hilir yang belum mendapatkan suplai air. Senin (24/8) pelaksanaan normalisasi Sungai Deket dan pemompaan air dari Sungai Bengawan Solo ke Sungai Blawi akan dilanjutkan kembali," jelas Gatut.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya percepatan ini. Kementerian PU terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap dampak kekeringan, termasuk melalui optimalisasi sumber daya air yang tersedia untuk menjaga keberlanjutan layanan irigasi bagi masyarakat.

"Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Menteri Dody.

Pada Minggu (23/8), BBWS Bengawan Solo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, telah melakukan normalisasi sungai dan pembuatan alur air sepanjang 1.670 meter. Sejumlah alat berat dimobilisasi ke lokasi untuk mempercepat distribusi air, lengkap dengan pompa untuk meningkatkan debit dan memperlancar suplai air ke jaringan irigasi.

Penanganan kekeringan di DI Bengawan Jero dilakukan melalui normalisasi Sungai Deket atau anak Sungai Blawi, Sungai Corong, dan Sungai Malang. Pembukaan alur sungai ini bertujuan memperlancar aliran air dari Sungai Blawi, yang kemudian dimanfaatkan untuk pemompaan menuju jaringan irigasi. Dengan demikian, areal persawahan di Desa Soko, Kecamatan Glagah, serta Desa Ketapangtelu, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, dapat terairi.

Sebanyak 3 unit excavator amphibi telah dikerahkan untuk normalisasi aliran Sungai Deket, bersamaan dengan dioperasikannya 1 unit excavator amphibi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Secara kumulatif, pembuatan alur air dan normalisasi sungai telah mencapai sekitar 1.670 meter.

Untuk mendukung peningkatan debit air, Kementerian PU juga memobilisasi 2 unit mobile pump ke Pintu Melik II, serta 3 unit pompa Alkon berukuran 6 inci dan 3 unit berukuran 3 inci. Pemompaan dilakukan dengan memanfaatkan sumber air dari Sungai Blawi dan Sungai Bengawan Solo.

Kementerian PU akan terus melanjutkan upaya ini dengan memastikan lahan persawahan tetap teraliri. Pembuatan alur sungai juga akan dilanjutkan sesuai permohonan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) dengan panjang sekitar 4 km guna memperlancar distribusi air. Melalui langkah ini, Kementerian PU berkomitmen menjaga infrastruktur sumber daya air tetap berfungsi optimal di tengah kondisi kekeringan, sekaligus mendukung keberlanjutan layanan irigasi dalam mendukung swasembada pangan.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Terkini

Indeks