SUMATERA UTARA — Kabar baik datang dari industri telekomunikasi nasional. Di tengah gencarnya efisiensi dan transformasi BUMN, Telkomsel justru menunjukkan fundamental bisnis yang semakin kokoh. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, operator pelat merah ini tidak hanya mencatat pertumbuhan pendapatan, tetapi juga profitabilitas yang membaik signifikan.
Direksi Telkomsel mengklaim capaian ini adalah buah dari konsistensi perusahaan dalam menghadirkan layanan dengan semangat "Melayani Sepenuh Hati". Fokus pada kebutuhan pelanggan, investasi yang disiplin, serta penyederhanaan produk menjadi kunci utama di tengah persaingan industri yang ketat.
Jika ditelisik lebih dalam, pertumbuhan laba Telkomsel tidak hanya ditopang oleh kenaikan pendapatan. Efisiensi operasional terbukti berhasil menekan beban perusahaan. Hal ini terlihat dari margin EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) yang menguat dari 44,6% menjadi 46,9%.
Secara nominal, EBITDA perusahaan melonjak 8,6% menjadi Rp26,1 triliun. Angka ini menjadi sinyal positif bahwa transformasi yang digalakkan Telkom Group sebagai strategic holding digital nasional di bawah pengelolaan Danantara Indonesia mulai membuahkan hasil. Penguatan tata kelola dan organisasi yang lebih lincah disebut-sebut menjadi pemicu efisiensi ini.
Pendorong utama pertumbuhan datang dari lini bisnis yang selama ini menjadi andalan masa depan. Pendapatan bisnis mobile tumbuh 5,6% menjadi Rp42,8 triliun. Namun, lompatan lebih besar justru terjadi pada pendapatan bisnis digital yang melesat 11,0% menjadi Rp40,8 triliun.
Lonjakan ini sejalan dengan meningkatnya konsumsi data masyarakat Indonesia. Total konsumsi data pada paruh pertama 2026 mencapai 11,8 juta terabyte, naik 0,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Artinya, konektivitas kini bukan lagi sekadar kebutuhan komunikasi, melainkan penopang aktivitas ekonomi harian—mulai dari bekerja, belajar, hingga menjalankan usaha mikro.
Bagi pelanggan, pertumbuhan ini berarti investasi perbaikan kualitas jaringan yang dilakukan Telkomsel tidak sia-sia. Jaringan yang lebih andal dan praktis menjadi nilai tambah langsung yang dirasakan masyarakat, sejalan dengan target pemerintah memperkuat ekosistem digital nasional.
Dengan tren positif di semester pertama, Telkomsel diproyeksikan mampu menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun. Kunci keberhasilannya adalah bagaimana perusahaan menjaga keseimbangan antara investasi infrastruktur dan profitabilitas, sebuah tantangan klasik yang kini mulai terjawab dengan baik di bawah arahan Danantara.