Bus Rapid Transit Medan Tumbangkan 2.196 Pohon, Wali Kota Minta Konsep Penghijauan Tak Hilang

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:52:31 WIB
Wali Kota Medan meninjau lokasi proyek BRT yang menumbangkan 2.196 pohon dan merelokasi 592 pohon lainnya di sepanjang koridor rute.

MEDAN — Proyek bus rapid transit (BRT) yang tengah dikerjakan di Kota Medan memaksa 2.196 pohon ditebang dan 592 pohon lainnya direlokasi. Angka itu terungkap dari data Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan yang menyebut total 2.788 pohon terdampak di sepanjang rute koridor bus.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas meminta agar pembangunan yang melibatkan Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara itu tidak mengorbankan fungsi ekologis kota. Ia menegaskan kehadiran transportasi publik modern tidak boleh menghilangkan pepohonan yang selama ini menjadi paru-paru sekaligus mempercantik Kota Medan.

1.792 Pohon Pengganti Sudah Ditanam

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Melvi mengatakan pihaknya telah menanam 1.792 pohon pengganti sebagai kompensasi atas pembangunan tersebut. Penanaman dilakukan hingga Juli 2026 di sejumlah titik yang menjadi rute koridor BRT.

"Saya juga meminta konsep penghijauannya seperti apa. Pohon-pohonnya harus tetap ada karena kita ingin Kota Medan tetap hijau," ujar Rico Waas di Medan, Rabu.

Konsep Penghijauan Jadi Syarat Kelanjutan Proyek

Rico mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mendapatkan update terakhir mengenai pembangunan BRT, termasuk aspek penghijauan. Ia menekankan tata kota yang ramah lingkungan menjadi prioritas dalam proyek nasional tersebut.

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Medan itu berharap Kementerian Perhubungan memberikan pendampingan secara intensif selama proses pembangunan berlangsung. "Kami berharap Kementerian Perhubungan memberikan pendampingan secara intensif selama proses pembangunan sehingga proyek BRT dapat berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan," katanya.

BRT Medan: Antara Transportasi Modern dan Kelestarian Lingkungan

Proyek BRT Medan merupakan kerja sama tiga pihak, yakni Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Pemerintah Kota Medan. Pembangunan ini dirancang untuk menghadirkan sistem transportasi massal yang lebih efisien bagi warga kota.

Namun, dampak lingkungan dari proyek ini tak bisa diabaikan. Dari total 2.788 pohon terdampak, sebagian besar harus ditebang karena berada tepat di jalur koridor bus. Sisanya dipindahkan ke lokasi yang lebih sesuai agar tetap bisa tumbuh dan berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.

Rico menegaskan akan meningkatkan koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait untuk mewujudkan RTH yang memadai di tengah pembangunan infrastruktur transportasi. Langkah ini dinilai penting agar modernisasi transportasi publik tidak mengorbankan kualitas lingkungan hidup warga Medan.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top