Pemprov Sumut Gelontorkan Rp 2 Miliar untuk Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara, Petani Bisa Olah Kopra hingga Arang Batok

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:35:01 WIB
Gubernur Sumatera Utara meninjau lokasi pembangunan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara.

NIAS UTARA — Rencana pembangunan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara menjadi salah satu prioritas Pemprov Sumatera Utara dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menilai selama ini hasil perkebunan kelapa di wilayah tersebut sebagian besar dijual dalam bentuk bahan baku, sehingga nilai ekonomi yang diterima petani belum optimal.

Dengan adanya fasilitas produksi ini, pemerintah ingin menghadirkan proses pengolahan langsung di daerah. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Fasilitas Modern untuk Kopra dan Arang Batok

Rumah produksi kelapa nantinya akan dilengkapi berbagai peralatan modern. Beberapa di antaranya adalah mesin produksi kopra, solar dryer, mesin pengupas batok, dan mesin pemilah.

Selain menghasilkan kopra berkualitas, fasilitas ini juga akan mengolah batok kelapa menjadi arang. Produk turunan tersebut memiliki nilai jual yang lebih tinggi, baik di pasar domestik maupun ekspor, sekaligus memperkuat daya saing komoditas asal Nias Utara.

Anggaran Kepulauan Nias Naik Hampir Dua Kali Lipat

Peningkatan ekonomi melalui hilirisasi ini berbarengan dengan kenaikan signifikan alokasi anggaran pembangunan untuk Kepulauan Nias. Tahun sebelumnya, anggaran berada di kisaran Rp250 miliar hingga Rp300 miliar, dan pada 2026 jumlahnya melonjak menjadi hampir Rp500 miliar.

Bobby Nasution menyebut peningkatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan pelayanan masyarakat di seluruh Kepulauan Nias.

Nias Utara Disiapkan Jadi Sentra Produksi

Dalam skema besar pembangunan Kepulauan Nias, terdapat tiga fokus utama yang dicanangkan, yakni pengembangan sentra perekonomian, sentra produksi, dan kawasan pariwisata. Nias Utara sendiri diposisikan sebagai sentra produksi dengan potensi kelapa sebagai sektor utama yang dikembangkan.

“Daerah kami memiliki hamparan perkebunan kelapa yang sangat luas. Pembangunan rumah produksi ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, apalagi didukung dengan pembangunan ruas jalan baru untuk mempermudah distribusi,” ujar Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu.

Harapan Warga di Tengah Kunjungan Gubernur

Kunjungan Bobby Nasution ke Lauru Fadoro mendapat sambutan hangat dari warga. Salah seorang warga, Bakti Adil Waruwu, mengaku terharu karena baru pertama kali bertemu langsung dengan Gubernur Sumatera Utara.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap Nias Utara memberikan harapan baru. Ia berharap pembangunan sektor kelapa dan pariwisata terus berlanjut agar mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara menyeluruh.

Program ini dinilai bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan bagian dari strategi memperkuat rantai nilai komoditas lokal. Jika berjalan optimal, Nias Utara berpeluang menjadi pusat industri kelapa di Sumatera Utara sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: galasibot.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top