MEDAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memperluas distribusi beras premium ke jaringan ritel modern di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk menjaga stok bahan pokok tetap aman sekaligus menahan laju inflasi di tengah dinamika harga pangan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto menyampaikan, dalam dua hari terakhir pihaknya telah menyalurkan 19 ton beras premium ke sejumlah mitra yang tersebar di Sumut. Distribusi ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap beras berkualitas.
Untuk memastikan pasokan berjalan lancar, Bulog Sumut menjalin kerja sama dengan beberapa penggilingan padi atau kilang. Mitra tersebut bertugas memasok beras premium ke ritel modern yang menjadi sasaran distribusi.
"Kami akan terus meningkatkan jumlah kerjasama kepada penggiling tersebut terkait penyaluran beras premium, sehingga beras itu dapat tersedia di semua ritel modern," kata Budi di Medan, Kamis.
Budi memastikan beras premium yang dijual di ritel modern telah mengikuti ketentuan pemerintah. Harga eceran tertinggi ditetapkan maksimal Rp 15.400 per kilogram atau Rp 77.000 per lima kilogram.
Penyaluran beras SPHP ini disebut sebagai upaya bersama dalam penyediaan beras kepada masyarakat, sekaligus langkah strategis pengendalian inflasi. Bulog Sumut juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, baik dalam penyediaan beras SPHP maupun penguatan pasokan beras premium.
Terpisah, Bulog Sumut mencatat telah menyalurkan 28.362 ton beras Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke sejumlah mitra sejak Maret hingga 30 Juli 2026. Realisasi ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar.
Budi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Pasokan beras SPHP terus diupayakan tersedia secara bertahap di pasar dan jaringan pengecer resmi lainnya.
Sebagai penguatan kebutuhan masyarakat Sumut, Bulog Sumut memiliki stok gudang secara total mencapai 51.370 ton. Jumlah tersebut menjadi cadangan pangan di wilayah kerjanya untuk mengantisipasi lonjakan permintaan maupun gangguan distribusi.