TAPANULI SELATAN — Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu turun langsung mendampingi tim evaluasi saat penilaian kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK yang dipusatkan di Desa Sugi, Kecamatan Marancar. Kehadiran orang nomor satu di Pemkab Tapsel itu sekaligus menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap program pemberdayaan ekonomi keluarga yang digagas PKK.
Evaluasi ini merupakan tindak lanjut dari Surat Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara Nomor 71/Skr/PKK Prov/VII/2026 yang diterbitkan pada 28 Juli 2026. Ada tiga kategori penilaian yang berjalan serentak di lokasi berbeda pada hari yang sama.
Kategori desa binaan dievaluasi di Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayurmatinggi. Wakil Bupati Tapsel Jafar Syahbuddin Ritonga bersama Staf Ahli TP PKK Ny. Zakia Jafar Syahbuddin Ritonga hadir mendampingi tim penilai di lokasi tersebut.
Sementara itu, kategori IVA Test yang menyasar deteksi dini kesehatan reproduksi berlangsung di Kecamatan Muara Batangtoru. Sekretaris Daerah Tapsel Sofyan Adil Siregar serta Ketua Bidang II TP PKK Tapsel Ny. Ira Sofyan Adil Siregar ikut memantau jalannya kegiatan ini.
Ketua Tim Evaluasi Desa Binaan UP2K PKK Provinsi Sumatera Utara, Rika Astri Sari Siregar, menyampaikan bahwa proses penilaian ini telah melalui tahapan panjang. Sebelum turun ke lapangan, tim terlebih dahulu melakukan penilaian administrasi, verifikasi dokumen, dan monitoring lapangan.
Dalam sambutan yang dibacakan Rika, Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara Ny. Kahiyang Ayu Bobby Afif menegaskan bahwa evaluasi ini bukan semata-mata untuk menentukan desa atau kecamatan terbaik. "Evaluasi juga menjadi sarana untuk memperkuat pembinaan, mendorong inovasi dan meningkatkan peran PKK dalam memberdayakan keluarga serta masyarakat," demikian bunyi sambutan tersebut.
Kegiatan evaluasi ini turut dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tapsel, para camat, kepala desa dan lurah, serta kader TP PKK. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) juga tampak hadir, bersama tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat.
Keterlibatan lintas elemen ini dinilai penting karena program PKK menyentuh langsung kebutuhan dasar keluarga. Mulai dari peningkatan ekonomi melalui UP2K, pembinaan kampung berkualitas, hingga layanan kesehatan reproduksi bagi perempuan.
Hasil evaluasi dari tiga lokasi di Tapanuli Selatan ini nantinya akan menjadi bahan penilaian tingkat provinsi. Daerah dengan kinerja terbaik berpeluang melaju ke tahap evaluasi nasional yang biasanya digelar pada akhir tahun anggaran.