SUMATERA UTARA — Program ini menyasar pemilik rumah yang ingin memangkas tagihan listrik di tengah perubahan regulasi net metering Illinois yang mulai berlaku 1 Januari 2025. Solrite akan membiayai, memiliki, dan merawat seluruh peralatan, sementara konsumen hanya membeli energi yang dihasilkan. Tarif 12 sen per kWh tersebut berpotensi naik maksimal 2,9 persen setiap tahunnya, dan pelanggan tetap menerima tagihan terpisah dari utilitas untuk listrik jaringan.
Komponen paling menonjol dari paket ini adalah Duracell Power Center berkapasitas 60 kWh. Sistem ini tersusun dari 12 modul baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 5 kWh yang dapat ditumpuk, dengan output kontinu 15 kW. Sebagai perbandingan, Tesla Powerwall 3 hanya menyimpan 13,5 kWh—artinya baterai Solrite mampu menyuplai daya lebih dari empat kali lipat.
Solrite mengklaim baterai ini bisa menjaga peralatan rumah tetap menyala selama berhari-hari saat pemadaman. Durasi sebenarnya bergantung pada konsumsi listrik rumah tangga dan tingkat pengisian daya saat jaringan listrik padam.
Perubahan kebijakan Illinois pada awal 2025 menjadi alasan utama hadirnya program ini. Sebelumnya, pemilik panel surya mendapat kredit penuh ritel untuk kelebihan listrik yang diekspor ke jaringan. Kini mereka hanya menerima kredit pasokan tanpa biaya pengiriman, membuat ekspor listrik jauh kurang menguntungkan.
Baterai berkapasitas besar memungkinkan rumah menyimpan kelebihan energi matahari untuk dipakai malam hari. Solrite juga menggabungkan ribuan baterai ini menjadi pembangkit listrik virtual (VPP) yang merespons kondisi jaringan. Platform baterainya dapat mulai mengisi atau melepas daya dalam 30 detik, berfungsi seperti pembangkit skala jaringan saat permintaan puncak.
Skema tanpa uang muka ini dimungkinkan karena Solrite memegang kepemilikan peralatan, sehingga berhak atas kredit pajak energi bersih federal dan kredit energi terbarukan Illinois Shines. Pendapatan dari layanan grid juga ikut mendanai model bisnis tersebut.
“Keluarga Illinois menyaksikan tagihan utilitas mereka naik tanpa batas, dan cara lama tenaga surya berhenti bekerja sejak net metering hilang,” kata CEO dan pendiri Solrite, Regan George. “Kami memberi pemilik rumah tarif yang bisa diprediksi, baterai yang cukup besar untuk menjaga lampu tetap menyala berhari-hari, dan sistem yang benar-benar mendukung jaringan yang mereka andalkan.”
Solrite belum mengungkapkan berapa banyak rumah di Illinois yang ditargetkan atau kapasitas VPP yang direncanakan. Pemilik rumah yang sudah memasang panel surya juga bisa mengajukan penambahan baterai 60 kWh tanpa biaya awal, dengan syarat lolos evaluasi kompatibilitas. Illinois menjadi pasar kelima Solrite setelah Texas, California, Connecticut, dan Massachusetts.