PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara membukukan volume angkutan peti kemas 194.019 ton sepanjang Januari–Juli 2026. Capaian ini tumbuh 13 persen dibandingkan periode sama 2025 yang tercatat 171.255 ton. Lonjakan tajam terjadi pada Juli 2026 dengan volume 37.838 ton, naik 113 persen secara tahunan.
Regional I Sumatera Utara membukukan volume angkutan peti kemas 194.019 ton sepanjang Januari–Juli 2026. Capaian ini tumbuh 13 persen dibandingkan periode sama 2025 yang tercatat 171.255 ton. Lonjakan tajam terjadi pada Juli 2026 dengan volume 37.838 ton, naik 113 persen secara tahunan. ISI:MEDAN — Angkutan barang berbasis rel di Sumatera Utara terus menguat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara membukukan volume angkutan peti kemas 194.019 ton sepanjang Januari hingga Juli 2026. Angka ini tumbuh 13 persen dibandingkan periode sama tahun 2025 yang tercatat 171.255 ton.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyatakan pertumbuhan ini menandakan kebutuhan moda logistik yang efisien dan andal semakin tinggi di daerah itu.
"Peningkatan ini menunjukkan kebutuhan terhadap angkutan barang berbasis rel yang efisien dan andal terus berkembang," ujar Anwar, Selasa (12/8/2026).
Kinerja bulanan mencatat akselerasi tajam. Pada Juli 2026, KAI Divre I Sumut mengangkut 37.838 ton peti kemas. Volume ini melonjak 113 persen dibandingkan Juli 2025 yang hanya 17.797 ton.
Lonjakan ini menunjukkan pergeseran preferensi pengusaha logistik dari moda darat konvensional menuju kereta api. Kereta menjadi pilihan utama untuk pengiriman jarak menengah dan jauh yang kerap terkendala kemacetan.
Untuk mendukung volume skala besar, KAI Divre I Sumatera Utara mengoperasikan 80 unit Gerbong Datar (GD) dengan kapasitas muat hingga 42 ton per gerbong. Setiap gerbong mampu mengangkut dua peti kemas ukuran 20 kaki atau setara dua Twenty-foot Equivalent Units (TEUs).
Dalam satu rangkaian, umumnya membawa 20 gerbong datar. Total kapasitas angkut sekali jalan mencapai 40 TEUs.
Keandalan operasional menjadi daya tarik utama layanan ini. Sepanjang 2026, rata-rata tingkat ketepatan waktu (on-time performance/OTP) angkutan barang KAI Divre I Sumut tercatat 96,17 persen untuk keberangkatan dan 95,83 persen untuk kedatangan.
Anwar menuturkan, tingkat ketepatan waktu yang tinggi memberi kepastian bagi pengusaha dalam menjaga kelancaran rantai pasok bahan baku dan distribusi hasil produksi.
"Dengan waktu perjalanan yang lebih terukur dan dapat diprediksi, para pengusaha diuntungkan dalam hal kepastian pasokan bahan baku sehingga proses produksi tidak terganggu. Selain itu, tingkat ketepatan waktu yang tinggi memastikan hasil produksi dapat segera didistribusikan," kata Anwar.