SUMATERA UTARA — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) resmi memiliki pemimpin baru. Harris Abdi Sembiring Meliala ditetapkan sebagai Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Kantor Pusat PTK, Jakarta, Kamis (20/8). Perusahaan bagian dari Subholding Integrated Marine Logistics (SH IML) Pertamina ini menargetkan penguatan integrasi operasional dan ekspansi bisnis layanan jasa maritim di bawah kepemimpinan baru.
PTK selama ini dikenal sebagai pemain kunci di sektor jasa maritim nasional. Perusahaan mengelola armada kapal penunjang (support vessel), operasional pelabuhan (port operation), layanan maritim (marine service), hingga pangkalan logistik pesisir (shorebase) di berbagai wilayah strategis Indonesia. Dengan posisi tersebut, PTK berkomitmen menjaga keberlanjutan dan kelestarian ekosistem maritim Indonesia.
Harris Abdi Sembiring Meliala menegaskan kesiapannya untuk membawa PTK melaju lebih cepat di tengah dinamika industri perkapalan yang terus berubah. Ia menyebut restrukturisasi organisasi yang sedang berjalan menuntut perusahaan untuk adaptif terhadap perubahan zaman.
"Amanah ini merupakan suatu kehormatan sekaligus tantangan bagi saya untuk terus menjaga dan meningkatkan reputasi PTK, saya siap melangkah maju lewat komitmen layanan operasional yang handal dan optimal," ujar Harris dalam siaran pers yang dikutip Jumat (21/8).
Harris juga menekankan pentingnya sinergi internal untuk menjemput peluang pasar baru. "Mari kita bersama-sama bersatu, satu PTK, satu Pertamina. Melalui sinergi erat bersama seluruh Perwira PTK dan bimbingan Dewan Komisaris serta seluruh stakeholder, PTK siap melaju lebih cepat menjemput peluang pasar baru sekaligus menjaga reputasi sebagai market leader layanan maritim nasional hingga kancah regional," katanya.
Harris bukan wajah baru di ekosistem bisnis Pertamina. Pria kelahiran 1981 ini memulai kariernya di lingkungan Pertamina pada 2003 dan telah menduduki sejumlah posisi strategis di berbagai anak usaha.
Sebelum memimpin PTK, Harris tercatat menjabat sebagai Vice President Crude & Gas Operation di PT Pertamina International Shipping (2020-2024), kemudian Vice President Clean Petroleum Tanker di perusahaan yang sama (2024-2026), serta Principal Expert III Armada Logistik di Pertamina Patra Niaga (2026).
Secara akademis, Harris merupakan lulusan S1 Teknik Perkapalan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Management di Universitas Indonesia pada 2013. Kombinasi latar belakang teknis dan manajerial ini diharapkan mampu membawa perspektif baru bagi operasional PTK.
Acara pengukuhan Harris turut dihadiri oleh jajaran direksi PT Pertamina International Shipping, PT Pertamina Patra Niaga, serta Dewan Komisaris dan Direksi PTK. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandakan pentingnya peran PTK dalam rantai bisnis logistik energi nasional.
Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah upaya Pertamina merampingkan struktur bisnis melalui pembentukan Subholding Integrated Marine Logistics. PTK menjadi salah satu tulang punggung dalam skema tersebut, terutama untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar dari hulu ke hilir.
Dengan mandat baru ini, Harris dituntut tidak hanya menjaga kinerja operasional yang sudah berjalan, tetapi juga membuka pasar baru di kancah regional. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memperkuat posisi sebagai market leader layanan maritim nasional sekaligus bersaing di tingkat Asia Tenggara.