KUANSING — Gelaran Festival Pacu Jalur Nasional 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, ternoda oleh ulah seorang pendukung jalur. Video yang memperlihatkan Polda Sitanggang berdiri di atas jalur sambil mengacungkan sebotol tuak viral di media sosial dan menuai hujatan dari berbagai kalangan.
Aksi tersebut dinilai melecehkan marwah Pacu Jalur yang sarat nilai adat dan budaya. Padahal, jalur yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Kuansing itu tengah menjadi pusat perhatian ribuan pasang mata.
Setelah videonya tersebar luas, Polda Sitanggang buka suara. Dalam video klarifikasi yang beredar, Sabtu (22/8/2026), ia mengaku khilaf dan sama sekali tidak mengetahui adanya larangan membawa minuman ke atas jalur.
"Pertama kali datang aku ke Kuansing. Bahwasannya saya tidak tahu bahwasannya itu melanggar, minuman di atas jalur. Saya tidak tahu," ujar Polda.
Dengan nada menyesal, ia menegaskan aksinya bukan bentuk kesengajaan untuk melecehkan tradisi setempat. "Saya dari kampung. Ini pertama kali. Kalau ada kesalahan saya minta maaf," sambungnya.
Diketahui, Polda Sitanggang bukanlah peserta pacu jalur. Ia merupakan salah satu pendukung atau sponsor dari jalur Bintang Emas Cahaya Intan, yang merupakan juara bertahan di festival tersebut. Jalur ini mendapat dukungan penuh dari organisasi Pemuda Batak Kuansing (PBK).
Gelombang kritik yang deras membuat Ketua Pemuda Batak Kuansing (PBK), Hardianto Manik, angkat bicara. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Kuantan Singingi atas insiden yang memalukan ini.
Hardianto menjelaskan kronologi kejadian. Saat jalur Bintang Emas Cahaya Intan selesai berlomba dan hendak kembali ke tepian, Polda yang diliputi rasa bangga meminta izin untuk naik ke atas jalur. Di momen itulah ia mengeluarkan sebotol tuak secara spontan.
"Kebetulan pada saat kami pulang jalur, beliau meminta naik jalur karena kebanggaannya dan mengeluarkan sebotol tuak," kata Hardianto.
Ia menegaskan tidak ada niat untuk melecehkan budaya Pacu Jalur. Pihaknya pun berjanji akan memperketat pengawasan terhadap tamu atau masyarakat Batak yang datang dari luar Riau selama perhelatan festival berlangsung.
"Tidak ada diperbuat dengan sengaja. Dengan itu, atas nama keluarga besar PBK Kuansing, saya minta maaf. Kita akan mengontrol seluruh masyarakat Batak yang datang dari luar provinsi," pungkasnya.
Hingga kini, video aksi Polda Sitanggang masih menjadi perbincangan hangat. Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga etika dan menghormati adat istiadat tuan rumah saat menyaksikan kemegahan Pacu Jalur Nasional.