Dua Bintang Cilik Look Back Cerita Pengalaman di Set Koreeda

Penulis: Hendrizal Satria  •  Minggu, 13 September 2026 | 15:01:31 WIB
Furi Nanase dan Rokka Okada menghadiri pemutaran perdana film Look Back di Venice Film Festival.

SUMATERA UTARA — Furi Nanase dan Rokka Okada pertama kali bertemu di lokasi syuting Look Back saat keduanya masih duduk di kelas lima SD. Nanase datang sebagai pendatang baru tanpa pengalaman akting, sementara Okada sudah berkecimpung di industri film dan televisi Jepang sejak bayi.

Perbedaan latar belakang itu nyaris membuat mereka jadi rival. Namun chemistry keduanya justru tumbuh cepat. Mereka bahkan merayakan ulang tahun ke-12 di lokasi syuting dengan selisih hanya satu hari.

Dari Pendatang Baru hingga Duo Kompak di Red Carpet

Okada mengaku sudah terbiasa dengan dunia akting. "Saya sudah bekerja di industri ini bahkan sebelum saya bisa memahami banyak hal, jadi ini seperti kehidupan sehari-hari bagi saya sekarang," ujarnya.

Ia dipilih untuk perannya karena kematangan akting dan kemampuan menguasai dialek Prefektur Akita, wilayah terpencil di Jepang utara yang menjadi latar cerita. Sementara Nanase direkrut murni karena karisma alami dan rasa percaya dirinya yang menonjol.

"Saya ingat melihatnya di hari pertama dan berpikir, hmm, apakah dia benar-benar sehebat itu?" kata Nanase. "Tapi setelah kami diperkenalkan dan mulai bicara, saya seperti, wow, gadis ini benar-benar menarik!"

Keduanya kemudian tampil kompak di karpet merah Venice. Dengan outfit bergaya retro, mereka menarik perhatian media dan masuk daftar best-dressed beberapa media mode selama festival berlangsung.

Metode Koreeda Bikin Aktor Cilik Tak Grogi

Nanase mengaku awalnya tidak tahu apa yang harus dipersiapkan saat audisi. Tim Koreeda tidak mengirimkan naskah adegan apa pun. Ia hanya diminta datang dan menjadi dirinya sendiri.

"Saat dia masuk ruangan, dia punya aura seperti orang yang tidak terburu-buru dan punya segalanya dalam kendali, itu sangat menenangkan," kenang Nanase. "Dia berbicara pada saya seperti orang dewasa, tapi sangat baik dan lembut."

Di lokasi syuting, Koreeda menjelaskan setiap adegan sebelum kamera berputar. Ia juga memberi ruang bagi Nanase untuk bereksplorasi. "Dia akan bilang, 'Bagaimana menurutmu? Apakah ini ide bagus? Ada yang ingin kamu coba?'" tambahnya.

Koreeda memang dikenal sebagai sutradara yang mampu memunculkan performa natural dari aktor anak. Film breakthrough-nya, Nobody Knows (2004), mengantar Yuya Yagira meraih Best Actor di Cannes pada usia 12 tahun, menjadikannya pemenang termuda dalam sejarah festival itu.

Karya-karya Koreeda setelahnya juga bertumpu pada akting natural anak-anak, mulai dari Like Father, Like Son (2013) hingga Shoplifters (2018) yang meraih Palme d'Or, dan Monster (2023) yang memenangi Best Screenplay.

Adaptasi Manga Fujimoto yang Menuai Pujian

Look Back diadaptasi dari manga karya Tatsuki Fujimoto, pencipta Chainsaw Man. Ceritanya mengikuti Fujino (Nanase), siswa SD ceria yang jago menggambar komik dan jadi selebriti kecil di sekolahnya di Jepang utara.

Ambisi Fujino untuk jadi seniman besar terpicu saat melihat gambar karya Kyomoto (Okada), teman sekelas penyendiri yang jarang keluar rumah tapi punya goresan bak orang dewasa. Rivalitas sengit keduanya berkembang jadi persahabatan dan kemitraan dalam membuat manga.

Sebelum produksi dimulai, Koreeda hanya meminta para aktornya tidak membaca manga atau menonton versi anime-nya. Tim produksi malah menyarankan mereka menonton Shoplifters dan Monster bersama orang tua untuk memahami gaya kerja sang sutradara.

"Kedua film itu punya sesuatu yang menempel di hati, sesuatu yang tidak kamu temukan di film biasa," kata Okada. "Menurut saya keduanya indah."

Look Back tayang perdana di Venice Film Festival dan mendapat sambutan positif dari kritikus internasional. Bagi Nanase dan Okada, pengalaman ini menjadi debut mereka di panggung dunia.

"Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya bisa melewati semua pengalaman ini tanpa dia di sisi saya," kata Okada. "Saya pikir saya akan sangat takut, tapi ternyata bersama-sama sangat menyenangkan."

Koreeda sendiri tercatat sebagai salah satu sutradara Jepang paling berprestasi di kancah festival internasional. Adaptasi manga populer dengan aktor cilik sebagai tulang punggung cerita menjadi formula yang sudah terbukti di tangannya.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: hollywoodreporter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top