Pencarian

Peran Orang Tua Membentuk Karakter Anak: 5 Tantangan yang Sering Dihadapi

Minggu, 13 September 2026 • 12:32:31 WIB
Peran Orang Tua Membentuk Karakter Anak: 5 Tantangan yang Sering Dihadapi
Peserta mengikuti Focus Group Discussion bertema peran orang tua dalam pembentukan karakter anak di Makassar, Sabtu (12/9).

SUMATERA UTARA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar melalui Komisi Perempuan menggelar Focus Group Discussion bertema "Peran Orang Tua Dalam Pembentukan Karakter Anak" pada Sabtu (12/9). Diskusi ini menjadi ruang edukasi bagi orang tua dan pengurus MUI untuk memperkuat pemahaman soal pola asuh, perlindungan anak, dan keterlibatan keluarga.

1. Peran Ibu sebagai Fondasi Pertama

Ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Dari ibu, anak belajar tentang kasih sayang, kejujuran, dan nilai-nilai dasar yang akan terbawa hingga dewasa.

Ketua Komisi V MUI Kota Makassar, Profesor Rahmi Damis, menekankan pentingnya menanamkan nilai kejujuran kepada anak sejak dini. Semakin awal nilai ini ditanamkan, semakin kuat karakter anak saat menghadapi tekanan dari luar.

2. Pengaruh Lingkungan dan Pergaulan

Lingkungan sekitar rumah dan sekolah punya andil besar dalam membentuk perilaku anak. Teman bermain, tetangga, hingga konten yang dikonsumsi anak setiap hari bisa memengaruhi cara mereka berpikir dan bertindak.

"Orang tua perlu mengikuti perkembangan zaman agar mampu memahami lingkungan yang dihadapi anak. Pengawasan juga perlu dilakukan terhadap pergaulan dan aktivitas anak," ujar Profesor Rahmi Damis melalui FGD tersebut.

3. Komunikasi Terbuka antara Orang Tua dan Anak

Anak yang terbiasa berbicara terbuka dengan orang tuanya lebih mudah bercerita ketika menghadapi masalah. Sebaliknya, komunikasi yang kaku membuat anak memilih diam dan mencari pelarian di luar rumah.

Bangun kebiasaan mendengarkan tanpa langsung menghakimi. Tanyakan kegiatan anak hari ini, siapa teman bermainnya, dan apa yang membuatnya senang atau sedih.

4. Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Masih Jadi Ancaman

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Ita Isdiana Anwar, mengungkapkan bahwa persoalan perlindungan perempuan dan anak di Makassar masih menjadi tantangan serius.

"Kasus-kasus kita terkait perlindungan perempuan dan anak ini merupakan fenomena gunung es. Banyak yang tidak berani dilaporkan karena (siri') atau malu, persoalan kekeluargaan dan sebagainya," ujarnya.

Dari total kasus yang tercatat pada 2025, sekitar 63 persen berkaitan dengan anak. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya peran keluarga sebagai tempat pertama anak mendapatkan pendidikan dan perlindungan.

5. Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Anak

Media sosial bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, anak mendapat akses informasi dan hiburan. Di sisi lain, konten yang tidak sesuai usia bisa merusak karakter dan cara pandang anak.

Profesor Rahmi Damis menyoroti tantangan pengasuhan di tengah perkembangan teknologi informasi ini. Pendampingan orang tua saat anak menggunakan gadget menjadi kunci, bukan sekadar melarang tanpa penjelasan.

Perlunya Edukasi hingga Tingkat Kecamatan dan Kelurahan

Pengurus MUI Kecamatan Ujung Tanah, Nuraeni, menyebut FGD seperti ini penting diperluas hingga tingkat kecamatan, kelurahan, RW, dan lingkungan keluarga.

"Orang tua siap melahirkan anak, tetapi belum tentu siap mendidik anaknya. Dengan kegiatan ini, pengetahuan tentang hak anak, fungsi orang tua dan cara mendidik anak bisa semakin dipahami," katanya.

Nuraeni berharap hasil FGD tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi diteruskan melalui sosialisasi di wilayah masing-masing.

Kapan Ibu Perlu Mencari Bantuan Profesional

Jika anak menunjukkan perubahan perilaku drastis, menarik diri dari pergaulan, atau mengalami kesulitan belajar yang tidak biasa, jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog anak atau layanan perlindungan anak setempat.

Begitu juga jika ibu merasa kewalahan menghadapi tantangan pengasuhan. Meminta bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan langkah bijak demi kebaikan anak.

Membentuk karakter anak memang butuh kesabaran dan konsistensi. Mulai dari hal kecil di rumah: jujur pada anak, dengarkan ceritanya, dan dampingi setiap langkahnya. Komisi Perempuan MUI Kota Makassar mendorong penguatan peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membangun karakter, memberikan perlindungan, serta memastikan tumbuh kembang anak berlangsung aman dan sesuai nilai agama dan sosial.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks