SUMATERA UTARA — iSeeCars.com, agregator listing mobil bekas asal Amerika Serikat, merilis studi terbaru soal kendaraan yang paling berpeluang menembus 250.000 mil. Angka itu setara 402.000 kilometer — jauh di atas rata-rata usia pakai mobil di banyak pasar, termasuk Indonesia. Basis datanya bukan tes lab, melainkan 400 juta kendaraan yang tercatat di platform mereka.
Yang menarik, peta kekuatan berubah begitu daftar turun ke peringkat bawah. Truk dan SUV mendominasi, tapi ada satu minivan yang nyempil di posisi 12 dan satu sedan kompak di posisi 17. Berikut rincian lengkapnya.
Toyota Sequoia memimpin dengan peluang 39,1 persen, disusul Toyota 4Runner di 32,9 persen dan Toyota Highlander Hybrid di 31,0 persen. Toyota Tundra menempel di 30,0 persen, lalu Lexus IS menutup lima besar dengan 27,5 persen.
Posisi enam sampai sepuluh diisi Toyota Tacoma (25,3 persen), Toyota Avalon (18,9 persen), Lexus GX (18,3 persen), Lexus RX Hybrid (17,0 persen), dan Honda Ridgeline (14,7 persen). Dari sepuluh besar, delapan di antaranya produk Toyota atau Lexus.
Honda menempatkan tiga model di rentang 10,6–14,7 persen: Ridgeline, Pilot, dan Odyssey. Minivan Odyssey mencatat 13,0 persen — namanya memang berarti "perjalanan panjang", dan data ini seolah membenarkannya.
Dua pikap GM juga masuk: Chevrolet Silverado 1500 di 12,9 persen dan GMC Sierra 1500 di 10,8 persen. Chevrolet Suburban menyusul di 11,8 persen, mengingatkan bahwa SUV besar ini sudah jadi armada keluarga dan operasional sejak lama di AS.
Yang absen justru menarik: Ford F-150, pikap terlaris di Amerika, tidak masuk 25 besar sama sekali.
iSeeCars menegaskan satu hal yang sering dilewatkan pembaca daftar semacam ini: survei ini tidak sekadar mengukur potensi keandalan, tapi juga kecenderungan pemilik benar-benar memakai kendaraannya sampai jarak jauh.
Contoh paling jelas, tidak ada satu pun Porsche di daftar. Bukan karena Porsche tidak awet, tapi karena Cayenne atau 911 jarang dipakai harian sampai ratusan ribu mil. Sebaliknya, Escalade yang dipakai armada limusin atau operasional korporat jelas menumpuk jarak jauh lebih cepat daripada mobil pribadi akhir pekan.
Artinya, angka di daftar ini bercampur antara durabilitas teknis dan pola pemakaian. Mobil yang dipakai komuter jarak jauh setiap hari punya peluang statistik lebih besar muncul di sini, terlepas dari seberapa bandel mesinnya.
Satu temuan yang cukup mengejutkan: varian hybrid tampil kompetitif. Highlander Hybrid ada di posisi tiga, RX Hybrid posisi sembilan, Camry Hybrid posisi 22, dan Avalon Hybrid posisi 24.
Ini menarik karena teknologi hybrid awalnya ditentang sebagian konsumen yang khawatir soal umur baterai dan biaya penggantiannya. Data iSeeCars justru menunjukkan varian hybrid Toyota punya peluang lebih tinggi menembus jarak ekstrem dibanding versi bensin murni di model yang sama. Sebagian pengamat menduga faktor penghematan bahan bakar ikut mendorong pemilik memakai mobilnya lebih lama.
Daftar ini tidak berarti bebas masalah. Toyota menarik kembali sejumlah unit Tundra dan Lexus GX dalam recall besar tahun lalu akibat persoalan mesin dari proses produksi. Dua model itu tetap muncul di peringkat atas survei ini.
Selain itu, mayoritas model dalam daftar tidak dijual resmi di Indonesia — Sequoia, 4Runner, Tacoma, Ridgeline, hingga Silverado tidak masuk lineup dealer resmi di sini. Yang relevan untuk pasar lokal justru Honda CR-V (10,6 persen), Honda Civic (10,9 persen), dan Toyota Camry Hybrid (10,2 persen) yang memang beredar luas.
Untuk pembeli di Indonesia, angka ini lebih berguna sebagai gambaran relatif soal reputasi jangka panjang sebuah nama model, bukan patokan langsung. Faktor perawatan berkala, kualitas bahan bakar, dan kondisi jalan tetap jadi penentu utama apakah sebuah mobil bisa bertahan sampai 400.000 kilometer.