Kanada Pemasok Utama Penjualan Honda dan Toyota di AS
SUMATERA UTARA — Data analis Barclays menunjukkan mobil buatan Kanada menyumbang hampir seperempat dari penjualan Honda di AS tahun lalu. Untuk Toyota, angkanya 17 persen. Ini merupakan proporsi tertinggi di antara produsen mobil besar.
Artinya, setiap kenaikan tarif impor langsung membebani biaya produksi dan harga jual. Dengan tarif saat ini yang sudah 25 persen, rencana Trump untuk melipatgandakannya menjadi 50 persen adalah pukulan ganda. Perusahaan bisa memilih menaikkan harga, menyerap biaya, atau mengurangi produksi.
Tarif 50 Persen: Pilihan Sulit di Tengah Persaingan EV China
Waktu penerapan tarif dinilai tidak tepat. Pabrikan Jepang sedang tertekan oleh persaingan kendaraan listrik China yang harganya lebih kompetitif di Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Latin. Sementara di Amerika Serikat, mereka justru menikmati pasar yang tidak mengizinkan pabrikan China masuk.
Jika tarif Kanada naik, biaya produksi Toyota dan Honda yang memasok pasar AS dari sana akan membengkak. Di saat yang sama, margin mereka tergerus oleh kompetisi EV di kawasan lain. Stabilitas finansial jadi taruhan—dan pilihan antara menaikkan harga atau memindahkan produksi tidak mudah dilakukan dalam waktu singkat.
Analis: Penutupan Lini Produksi Bisa Terjadi
Julie Boote, analis otomotif di Pelham Smithers Associates, mengatakan tarif tersebut bisa menghancurkan industri otomotif Kanada. “Jika Anda benar-benar ingin menghancurkan industri otomotif Kanada, hal itu bisa dilakukan dengan tarif-tarif ini,” ujarnya kepada Reuters.
Boote menambahkan, “Kedua perusahaan (Honda dan Toyota) kemungkinan besar harus menutup sebagian lini perakitan mereka di Kanada.” Pernyataan itu menegaskan bahwa dampak tarif tidak akan berhenti pada harga mobil—ia bisa mengurangi volume produksi, memutus rantai pasok, dan mengancam ribuan pekerja.
Toyota dan Honda Menolak Berkomentar
Hingga berita ini ditulis, Toyota dan Honda belum memberikan tanggapan resmi. Keduanya memilih bungkam soal prediksi penutupan pabrik. Padahal, jika tarif 50 persen benar-benar diterapkan sesuai usulan, keputusan mereka dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan nasib industri otomotif Kanada.
Bagi konsumen di Asia Tenggara, dampaknya mungkin tidak langsung terasa. Namun jika Toyota dan Honda mengurangi kapasitas global, alokasi model untuk pasar seperti Indonesia berpotensi berubah. Belum lagi persaingan EV China yang terus menekan pangsa pasar Jepang di kawasan ini. Yang jelas, tarif Trump bukan sekadar isu politik Amerika—ia ikut menentukan arah produksi pabrikan Jepang di seluruh dunia.