SIMALUNGUN — Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Provinsi Sumatera Utara digelar di lapangan Monumen Letda Sujono, Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Kamis (1/10/2026). Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, BSc bertindak sebagai inspektur upacara, dengan Letkol Inf Mahfuz, S.Sos sebagai komandan upacara.
Bandar Betsy bukan lokasi biasa. Di tempat itu pada 1965, Peltu Sujono tewas dibantai anggota G-30S ketika mempertahankan aset negara yang direbut paksa. Lokasi peristiwa kini ditetapkan sebagai situs bersejarah nasional dan didirikan monumen untuk mengenang pengorbanannya.
Upacara dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sumut, Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih dan Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga, ST bersama jajaran Forkopimda serta Pemkab Simalungun. Tampak pula pejabat Kota Pematangsiantar, manajemen PTPN III Kebun Bandar Betsy, perbankan, TNI, Polri, ASN, organisasi kemasyarakatan, dan pelajar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan hening cipta dan pembacaan Teks Pancasila oleh inspektur upacara. Dilanjutkan pembacaan ikrar oleh Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Dr. Sutarto, MSi, serta pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Yoel Herbinta Tarigan dari Pramuka Kwarcab Cabang Simalungun.
Doa dipimpin Kakan Kemenag Simalungun Dr. H. Bahrum Saleh, MA. Setelah itu, Wagub Sumut menempatkan karangan bunga di Monumen Letda Anumerta Sujono.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyerahkan tali asih kepada keluarga almarhum. Penyerahan dilakukan bersama Pemkab Simalungun, Kota Pematangsiantar, PTPN III Kebun Bandar Betsy, dan lembaga perbankan.
Monumen Letda Sujono di Bandar Betsy menjadi pusat pelaksanaan upacara peringatan tingkat provinsi setiap 1 Oktober. Peristiwa 1965 di lokasi itu meninggalkan luka sejarah yang mendalam sekaligus menjadi pengingat abadi bagi bangsa Indonesia.
Momen paling menyentuh dalam upacara adalah penampilan fragmen teaterikal Peristiwa G-30S PKI di Bandar Betsy. Fragmen dibawakan langsung oleh warga masyarakat setempat, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Ribuan warga yang hadir menyaksikan dengan khidmat gambaran kembali detik-detik peristiwa heroik sekaligus tragis yang menimpa Letda Sujono saat membela kedaulatan negara. Fragmen ini digelar bukan sekadar pertunjukan, melainkan upaya menanamkan nilai-nilai patriotisme dan cinta tanah air kepada generasi muda.
Melalui peringatan ini, semangat pengorbanan Letda Anumerta Sujono dan para pahlawan lainnya diharapkan terus hidup. Nilai-nilai itu sekaligus menguatkan tekad menjaga keutuhan bangsa dan menjadikan Pancasila sebagai panduan kehidupan berbangsa dan bernegara.